Perlindungan Lingkungan dalam Fikih Ekonomi Umar Radhiyallahu Anhu (2)

2. Keseimbangan antara tujuan pertumbuhan ekonomi dan tujuan menjaga lingkungan

Telah diketahui adanya hubungan yang kuat antara investasi ekonomi dan lingkungan, dimana keduanya saling mempengaruhi. Karena itu tidak mungkin memisahkan masalah pertumbuhan ekonomi dari masalah lingkungan. Kebanyakan investor mengeksploitasi sumberdaya lingkungan yang dibutuhkan dalam investasi. Kerusakan lingkungan bias menghambat investasi ekonomi, maka tingkat kualitas menurun dan beban produksi naik. Yang lebih bahaya lagi adalah akibatnya terhadap kesehatan manusia yang merupakan tujuan dan sarana investasi ekonomi, serta akibat-akibat lain yang merusak investasi ekonomi bahkan semua kehidupan dan makhluk hidup. Karena itu para pengambil kebijakan investasi harus memperhatikan lingkungan dan menyeimbangkan antara hasil investasi ekonomi dan akibatnya dalam lingkungan, dan harus mengedepankan kemaslahatan umat Islam.

Umar Radhiyallahu Anhu mengetahui pengaruh lingkungan terhadap kesehatan dan kehidupan manusia, karena itu ketika beliau melihat keadaan umat Islam di Negara yang ditaklukan telah berubah, maka beliau bertanya tentang sebabnya, sehingga diketahui bahwa lingkungan yang ditinggali oleh umat islam belum cocok. Maka Umar meminta penguasa setempat untuk mencarikan tempat bagi umat Islam yang mempunya lingkungan yang sehat, dan Umar menulis surat untuk salah seorang walinya, “Amma ba’du. Sesungguhnya engkau menempatkan orang-orang di tanah yang rendah, maka pindahkanlah ketempat yang tinggi yang bersih.”

Karena itu Umar Radhiyallahu Anhu sangat memperhatikan keselamatan lingkungan, dan masalah investasi ekonomi tidak membuatnya melupakan perhatiannya terhadap masalah lingkungan, bahkan dia lebih memilih kekurangan tetapi berada di lingkungan yang sehat daripada berlebihan tetapi berada di lingkungan yang tercemar. Umar berkata, “Satu rumah di Rakbah lebih saya sukai daripada sepuluh rumah di Syam.” Karena di Syam banyak penyakit dan wabah, sedangkan di Rakbah adalah daerah yang sehat, udaranya bagus, sedikit penyakit dan wabah.

Perlindungan terhadap tujuan investasi dan tujuan lingkungan, serta keseimbangan antara keduanya adalam ketetapan yang di buat oleh Umar Radhiyallahu Anhu dengan tidak dibaginya Negara yang telah ditaklukkan. Tujuan lingkungan digunakan untuk mengarahkan ketetapan yang adil dalam distribusi, baik antara generasi yang akan dating atau dengan menjaga hak-hak generasi sebelumnya atas sumberdaya alam tersebut. Tujuan lingkungan tersebut, kelihatan pentingnya apabila kita mengetahui banyak pemerhati masalah lingkungan berpendapat bahwa jarak yang tajam antara devisa dan kekayaan alam, baik dalam tingkat local maupun tingkat internasional merupakan salah satu sebab masalah lingkungan. Mereka juga berpendapat bahwa startegi investasi modern kadang merenggut hak-hak generasi sebelumnya dari apa yang terjadi, berupa pencemaran lingkungan, eksploitasi dan kerusakan sumberdaya alam.

Adapun sisi investasi, ataupun sisi kemampuan ekonomi menempati posisi akhir dari perhatian Umar Radhiyallahu Anhu. Oleh karena itu, Umar memberikan tanah kepada penduduknya untuk dipelihara, dank arena mereka lebih tahu dan lebih berhak dari pada umat Islam yang memeliharanya. Adapun umat Islam, mereka tidak mempunyai pengalaman yang cukup tentang tanaman yang luas. Karena itu, tanah yang ditaklukkan tidak dibagi, karena takut terjadi perselisihan dan pertengkaran tentang cara memanfaatkan sumberdaya alam tersebut. Karena itu Umar Radhiyallahu Anhu berkata kepada mereka, “Aku tahu kalian saling membinasahkan karena air, dan aku takut kalian saling membunuh.”

Ringkasnya, strategi Umar Radhiyallahu Anhu terhadap tanah di Negara yang ditaklukkan adalah strategi yang berdasar pada penjagaan terhadap pertumbuhan lingkungan, baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan dengan mengakui adanya kepemilikan mereka dan aturan-aturan atas mereka, dan mendorong mereka untuk melakukan penjagaan dengan jaminan keamanan dan harta, sehingga penghasilan meningkat bersama perkembangan lingkungan. Ini adalah hal yang jarang terjadi dalam sejarah peradaban yang selalu menghadapi peperangan demi peperangan yang menyebabkan kerusakan lingkungan, bukan pertumbuhannya.

Perhatian terhadap pertumbuhan ekonomi dan mengabaikan masalah lingkungan adalah sebab terbesar masalah lingkungan. Keinginan pertama menurut Negara-negara barat adalah menjaga keberadaan kegiatan industri, walaupun tidak menghasilkan apapun selain barang yang sia-sia, atau peralatan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diada-adakan dengan cara-cara yang direkayasa. Yang lebih parah, adalah produksi barang yang semua orang tahu bahwa barang tersebut membahayakan kesehatan, seperti tembakau, atau tidak ada guannya sama sekali. Negara-negara tersebut menolak untuk meninggalkan program-program investasi demi kebaikan perlindungan lingkungan, seperti yang terjadi di konfrensi internasional yang membahas masalah lingkungan yang menjelaskan hal tersebut, dimana pemimpin Amerika Serikat menolak untuk menandatangani beberapa kesepakatan dalam konfrensi tersebut, dengan alas an bahwa bukanlah kewenangannya untuk memberikan prioritas kepada lingkungan dalam pengadaan kesempatan kerja bagi para penganggur amerika. Dan tidaklah termasuk kewenangannya untuk campur tangan dengan mengharuskan syarat lingkungan kepada perusahaan-perusahaan dan pabrik-pabrik di amerika, karena hal tersebut bertentangan dengan aturan dalam ekonomi liberal.

Bersambung…

______________________

Tulisan ini diambil dari:
Buku:
Fikih Ekonomi Umar bin Al-Khathab, pasal: Perlindungan Lingkungan
Penulis: Dr. Jaribah bin Ahmad Al-Haritsi.
Penerbit: Khalifa (Pustaka Al kautsar grup)

One response to “Perlindungan Lingkungan dalam Fikih Ekonomi Umar Radhiyallahu Anhu (2)

  1. DKM Ibaadurahman IPB

    Asslamu’alaikum. wr. wb,
    maaf kak, saya REvi Novan, SVK (Silvikultur, dulu Budidaya Hutan) angkatan 45.
    ingin menanyakan siapa saja para mujahid yang mengisi Blog ini?
    Soalnya, kami sebagai pengurus DKM yang sekarang, 2010 ingin juga mengisi blog di sini, sehingga tanggung jawab kami (khususnya divisi INFOKOM) dapat ditunaikan dengan baik.
    jika boleh, mohon dijawab via comment ini juga.
    mohon kesediaanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s