Perlindungan Lingkungan dalam Fikih Ekonomi Umar Radhiyallahu Anhu

Cara-cara melindungi lingkungan dalam Islam terfokus pada dasar akidah dan akhlak, dimana seorang muslim percaya bahwa lingkungan adalah tempat yang diciptakan oleh Allah dan dianugerahkan kepada manusia untuk dipelihara, dan mewujudkan penghambaan yang sempurna kepada Allah Ta’ala. Dari pandangan tersebut muncullah keterikatan  dengan aturan-aturan syariat yang mengatur perilaku manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan. Dan keterikatan dengan aturan-aturan tersebut mengakibatkan adanya perlindungan lingkungan dari setiap tindakan yang akan membahayakannya.

Strategi Umar Radhiyallahu Anhu dalam melindungi lingkungan berlandaskan pada dasar-dasar akidah dan kaidah-kaidah akhlak yang mengatur perilaku seorang muslim dalam kehidupannya. Penjelasan tentang usaha terpenting Umar Radhiyallahu Anhu dalam melindungi lingkungan dan memerangi penyalahgunaannya adalah dengan hal-hal sebagai berikut:

  1. Peringatan-peringatan dasar
  2. keseimbangan antara tujuan pertumbuhan ekonomi dan tujuan menjaga lingkungan
  3. menjaga sumberdaya alam
  4. memerangi pencemaran
  5. menjaga keseimbangan ekosistem

1. Peringatan-peringatan dasar

Ada beberapa masalah umumnya yang harus difahami sebelum melihat secara detail apa yang ada dalam fikih ekonomi seputar perlindungan lingkungan. Hal-hal tersebut adalah:

Pertama, masalah lingkungan pada masa Umar Radhiyallahu Anhu terbatas, dan lingkungan belum mengalami bahaya besar. Hal tersebut karena sederhananya kehidupan pada waktu itu, juga karena tingginya ketaatan pada ajaran Islam dalam setiap sisi kehidupan, seperti sisi lingkungan. Hal tersebut menyebabkan terjaganya lingkungan. Karena itu apa yang dijelaskan dalam fikih ekonomi Umar Radhiyallahu Anhu tentang lingkungan, merupakan kaidah-kaidah dan aturan umum, yang kebanyakannya adalah usaha pencegahan yang bertujuan untuk menjaga lingkungan, dimana sedikit disebutkan tentang cara-cara penyelesaian masalah lingkungan.

Kedua, menghadapi masalah-masalah lingkungan mengharuskan terbentuknya lingkungan Islami yang menerapkan islam, baik akidah maupun syariah dan diterapkan disemua sisi kehidupan. Karena setiap pencemaran yang terjadi pada satu bagian lingkungan Islam tersebut akan menyebar ke bagian lainnya.

Di sisi lain, strategi Umar Radhiyallahu Anhu dalam menjaga lingkungan dan menghadapi masalah-masalahnya tidak hanya terfokus pada contoh-contoh yang akan disebutkan, akan tetapi strategi Umar dalam menyelesaikan masalah lingkungan dan cara menjaganya dapat diketahui berdasarkan fikih ekonominya dalam sisi ekonomi yang bermacam-macam, terutama dalam hal produksi, konsumsi, distribusi, investasi ekonomi, hubungan ekonomi internasional dan lain sebagainya. Untuk menjelaskannya bisa diambil contoh sebagai berikut:

a. Keterikatan terhadap aturan-aturan produksi bisa mengarahkan produksi untuk memenuhi kebutuhan hakiki manusia, dengan demikian sumberdaya alam terlindungi dari kerusakan akibat produksi barang yang tidak mengindahkan kebutuhan hakiki manusia, bahkan mengeksploitasi sumberdaya alam dan mencemari lingkungan.

b. Keterikatan dengan ajakan Umar Radhiyallahu Anhu untuk bersifat ekonomis dalam mengkonsumsi dan mengarahkannya, menghilangkan satu dari sebab-sebab terbesar yang ikut andil membuat masalah lingkungan dengan indikasi-indikasinya yang bermacam-macam.

c. Diantara penyebab pencemaran lingkungan dan eksploitasi sumberdaya alam adalah distribusi yang buruk dan meluasnya kemiskinan. Karena orang-orang miskin dan kelaparan kadang-kadang bisa merusak lingkungannya, karena mereka berjuang untuk mendapatkan kebutuhan pokoknya. Mereka menebang pohon-pohon di hutan, merusak padang penggembalaan, mengeksploitasi tanah-tanah kosong, dan memenuhi kota-kota besar. Akibat perilaku tersebut, dalam jangka panjang adalah menjadikan daerah tersebut mengalami masalah lingkungan dan non lingkungan. Oleh karena itu, harus terpenuhi kebutuhan pokok semua orang, adanya distribusi yang adil, dan terciptanya kesempatan bagi semua.

Mengikuti strategi Umar Radhiyallahu Anhu dalam distribusi bisa menyelesaikan masalah-masalah lingkungan tersebut, dimana memerangi kemiskinan menjadi tujuan strategi distribusi menurut Umar Radhiyallahu Anhu, bahkan usaha investasi menurutnya, mencakup, memerangi kemiskinan dan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

Hal yang menunjukan perhatian Umar Radhiyallahu Anhu terhadap lingkungan. Diriwayatkan bahwa pada masa sulit Umar memerintahkan orang-orang Badui untuk keluar dari Madinah dan mengembalikan mereka ketempat asalnya. Hal tersebut bisa meringankan beban sumberdaya alam yang terbatas di Madinah yang tidak mencukupi untuk orang-orang Badui yang jumlahnya banyak dan binatang ternak mereka yang membutuhkan tempat penggembalaan yang luas, sebagaimana tinggalnya mereka di Madinah menyebabkan kepadatan penduduk yang bisa menyebabkan pencemaran lingkungan.

d. Prinsip yang mengatur hubungan ekonomi internasional dalam fikih ekonomi Umar Radhiyallahu Anhu adalah prinsip kemaslahatan. Maksudnya bahwa umat Islam merupakan kemaslahatan hakiki yang bisa melakukan hubungan ekonomi dengan non-muslim. Berdasarkan hal itu maka tidak diperbolehkan memberi ijin untuk mengekspor atau mengimpor barang yang bisa membahayakan lingkungan.

Di sisi lain para pemerhati lingkungan menyerukan untuk mengikuti strategi perlindungan dengan mewajibkan pajak untuk memperkecil atau mencegah impor barang yang banyak mengandung polusi, yang bisa menjadi masalah lingkungan. Dari strategi Umar Radhiyallahu Anhu bisa diambil kesimpulan dalam menentukan ‘usyur. Beliau mewajibkan ‘usyur atas barang-barang yang diimpor menurut kepentingan dan kebutuhan umat Islam pada barang tersebut, mengurangi pajak pada barang-barang pokok dan membiarkan pajaknya tetap tinggi pada barang-barang sekunder. Startegi tersebut bisa diterapkan untuk melindungi lingkungan Islam dari produksi atau impor barang yang tercemar.

Ketiga, adanya hubungan yang kuat antara indikasi-indikasi masalah lingkungan. Misalnya eksploitasi sumberdaya alam menyebabkan pencemaran lingkungan, pencemaran lingkungan menyebabkan hilangnya keseimbangan ekosistem. Hubungan ini perlu dalam menyelesaikan berbagai masalah lingkungan dalam satu waktu. Dengan kata lain bahwa cara melawan eksploitasi sumberdaya alam, misalnya, bisa melawan masalah pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Keempat, tidak adanya solusi praktis dari masalah lingkungan yang efektif karena lemahnya unsur ketaatan hukum ditingkat lokal maupun internasional. Penyebabnya adalah karena perangkat hukumnya tidak lengkap

Adapun dalam Islam, pengawasan pribadi mempunya pengaruh yang besar dalam ketaatan menjaga lingkungan. Ketika pengawasan pribadi melemah, ada pengawasan negara dan masyarakat agar perannya sempurna.

Bersambung…

______________________

Tulisan ini diambil dari:
Buku:
Fikih Ekonomi Umar bin Al-Khathab, pasal: Perlindungan Lingkungan
Penulis: Dr. Jaribah bin Ahmad Al-Haritsi.
Penerbit: Khalifa (Pustaka Al kautsar grup)

One response to “Perlindungan Lingkungan dalam Fikih Ekonomi Umar Radhiyallahu Anhu

  1. DKM Ibaadurahman IPB

    Asslamu’alaikum. wr. wb,
    maaf kak, saya REvi Novan, SVK (Silvikultur, dulu Budidaya Hutan) angkatan 45.
    ingin menanyakan siapa saja para mujahid yang mengisi Blog ini?
    Soalnya, kami sebagai pengurus DKM yang sekarang, 2010 ingin juga mengisi blog di sini, sehingga tanggung jawab kami (khususnya divisi INFOKOM) dapat ditunaikan dengan baik.
    jika boleh, mohon dijawab via comment ini juga.
    mohon kesediaanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s