Tolonglah saudaramu!

Tolonglah saudaramu, baik berbuat zhalim atau terzhalimi.”

Berapa banyak umat Islam yang membutuhkan bantuan, bersedih, tertindas dan sakit hati? Tidak ada uluran tangan yang akan membantunya, mempedulikan kondisinya dan berusaha mengangkat penderitaannya dengan memberikan pertolongan. Yang dimaksud dengan pertolongan adalah, semangat keimanan seorang muslim untuk mengangkat kedzaliman saudaranya yang lemah atau mengulurkan tangan bantuan padanya. Dengan kemampuannya menjalankan akhlak ini dalam kehidupan sehari-hari, maka kita akan lebih mampu memenuhi panggilan jihad untuk melawan para pembangkang dan orang-orang kafir.

Persaudaraan seiman bayarannya adalah memberikan pertolongan, orang yang memberikan pertolongan atau enggan memberikan pertolongan akan menuai hasilnya di dunia -sebelum di akhirat- balasan yang layak, sebagimana ada dalam sebuah sabdanya,

“Tidaklah seseorang yang membiarkan kehormatan umat Islam dicemari, dan harga dirinya dilangkahi kecuali Allah akan membiarkan dirinya pada saat ia membutuhkan pertolongan. Dan tidaklah pula seseorang yang menolong seorang muslim yang harga dirinya dilangkahi, dan kehormatannya dicemari kecuali Allah akan menolongnya pada saat ia membutuhkan pertolongannya” (HR. Ahmad).

Rasulullah Saw. telah memerintahkan kita dengan tujuh perkara, diantaranya yaitu, “Menolong orang yang didzalimi”, adapun teks haditsnya adalah sebagai berikut,

“Nabi Saw. memerintahkan dan melarang kita dengan tujuh hal, kemudian beliau menyebutkannya; melayat orang sakit, mengantar jenazah, mendoakan orang yang bersin, menjawab salam, menolong orang yang didzalimi, menghadiri undangan dan menjauhi sumpah” (HR. Bukhari).

Seorang muslim tidak akan rela apabila saudaranya mendapatkan kedzaliman, atau ia tidak akan rela membiarkan saudaranya ada dalam penindasan orang-orang dzalim. Rasulullah Saw. bersabda,

“Sesama muslim adalah saudara; tidak boleh mendzalimi dan menyakitinya. Barangsiapa selalu menolong saudaranya maka Allah akan menolongnya. Dan barangsiapa meringankan penderitaan saudaranya maka Allah akan meringankan penderitaannya pada hari Kiamat. Dan barangsiapa menutupi aib saudaranya maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari).

Setelah membaca hadis tersebut, apakah reaksimu apabila engkau melihat saudaramu didzalimi orang lain? Apakah engkau akan berdiam diri dan membiarkannya, atau darahmu akan bergolak dan engkau tidak akan bisa tidur kecuali jika engkau menolongnya untuk meringankan beban yang telah menimpa saudaramu.

Barangsiapa yang mampu menolong saudaranya, maka lakukanlah, baik dengan lisan, rekomendasi ataupun isyarat yang baik. Dan apabila ia tidak menolongnya padahal ia mampu dan menyaksikannya dengan matanya sendiri atas penghinaan yang menimpa pada saudaranya, maka Allah akan memakaikan baju kehinaan kepadanya di depan makhluk-Nya pada hari Kiamat, karena ia enggan menolong saudaranya dan tidak ingin mengangkat kehinaannya. Dalam hal ini Rasulullah Saw. bersabda,

“Barangsiapa yang melihat seorang mukmin dihina dan tidak ditolongnya padahal ia mampu menolongnya, maka Allah akan menghinakannya di antara pemuka-pemuka manusia pada hari kiamat.” (HR.  Ahmad).

Tolong-menolong hanya dalam kebaikan

Sesungguhnya karakter penduduk jahiliyyah itu suka saling tolong menolong sesama bangsanya, baik dalam kebaikan ataupun dalam keburukan. Dan Islam menginginkan kebiasaan ini terus berlanjut tetapi dalam hal kebaikan saja, hal itu dengan memberi makna baru. Untuk itu Rasulullah Saw. bersabda,

Tolonglah saudaramu, baik kepada orang dzalim atau yang didzalimi.” Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, aku akan menolongnya apabila ia didzalimi, tetapi bagaimana menolongnya jika ia adalah orang dzalim?” Rasulullah Saw. menjawabnya, “Engkau harus menahannya atau mencegahnya dari perbuatan dzalim, maka dengan hal itu berarti engkau telah menolongnya (HR. Bukhari).

Apabila engkau menolong bangsamu, keluargamu dan sukumu serta mencegah mereka dari perbuatan dzalim terhadap seorang muslim -baik dari mereka atau dari orang lain- maka berarti engkau telah menolongnya (dari perbuatan dzalim). Dan apabila engkau membiarkan mereka (berbuat dhalim), maka berarti engkau adalah orang yang fanatik buta yang berbahaya dan diperintah untuk meninggalkannya. Dalam hal ini Rasulullah Saw. mengibaratkannya sebagai orang yang fanatik terhadap keledai bodoh (sesat), dalam sabdanya,

“Barangsiapa yang menolong bangsanya tidak dalam kebenaran, maka ia bagaikan seekor keledai yang jalan mundur dengan menggunakan petunjuk ekornya.” (HR. Abu Daud).

Menolong harus dengan keikhlasan

Siapa yang menolong saudaranya karena Allah (khususnya pada saat tidak ada orang yang melihatnya sehingga tidak ada lagi budaya basa-basi, dan yang nampak hanyalah sikap yang sebenarnya serta niat untuk menolong itu benar-benar ikhlas), sebagai imbalannya Allah akan menyiapkan baginya orang yang akan selalu menolongnya di dunia dan Allah akan menjadi pelindungnya di akhirat nanti, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits,

“Barangsiapa yang menolong saudaranya tanpa dilihat orang -karena Allah-, maka Allah akan menolongnya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim).

Add to FacebookAdd to DiggAdd to Del.icio.usAdd to StumbleuponAdd to RedditAdd to BlinklistAdd to Ma.gnoliaAdd to TechnoratiAdd to FurlAdd to Newsvine

One response to “Tolonglah saudaramu!

  1. DKM Ibaadurahman IPB

    Asslamu’alaikum. wr. wb,
    maaf kak, saya REvi Novan, SVK (Silvikultur, dulu Budidaya Hutan) angkatan 45.
    ingin menanyakan siapa saja para mujahid yang mengisi Blog ini?
    Soalnya, kami sebagai pengurus DKM yang sekarang, 2010 ingin juga mengisi blog di sini, sehingga tanggung jawab kami (khususnya divisi INFOKOM) dapat ditunaikan dengan baik.
    jika boleh, mohon dijawab via comment ini juga.
    mohon kesediaanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s