Yakin dengan Pertolongan Allah

“Islam itu tinggi dan tidak ada yang melebihinya.”

Keyakinan akan nampak di saat ada dalam kesempitan. Orang yang memiliki keyakinan itu bukanlah orang yang membuka rahasianya, hatinya gembira dan wajahnya ceria ketika melihat Islam sedang berjaya, umatnya berjaya dan dalam kemenangan namun keyakinan tersebut hanya ada bagi orang yang tetap percaya pada Allah walaupun dalam kegelapan yang mencekam, kesempitan yang menghimpit, musibah yang merundung dan dalam tekanan bangsa lain sebab harapannya pada Allah besar, juga yakin bahwa kemenangan hanya milik orang-orang yang bertakwa serta yakin bahwa masa depan hanya ada pada agama ini.

Seorang pejuang akan berusaha untuk menegakkan agama Allah di muka bumi ini, dan satu-satu cara untuk mencapai itu adalah dengan kesabaran dan keyakinan, Syeikh Ibnu Taimiyah berkata, ‘Dengan kesabaran dan keyakinan kepemimpinan dalam agama Islam dapat diperoleh’, kemudian ia membacakan firman Allah,

“Dan kami jadikan di antara mereka beberapa pemimpin, yang akan memberikan pimpinan dengan perintah kami ketika mereka berhati teguh, dan mereka yakin kepada keterangan-keterangan kami.” (QS. As-Sajdah [32]:24)

Tidaklah umat ini hancur kecuali ketika anak-anak bangsanya enggan berjuang untuk membelanya kemudian ketika mereka mengusung mahkota harapan tanpa amal. Oleh karena itu Rasulullah Saw. Bersabda,

“Kejayaan umat generasi pertama adalah karena zuhudnya (sungguh-sungguh) dan yakin, dan kehancuran umat generasi terakhir adalah karena bakhilnya -enggan berjuang- dan hanyaberharap.”

Karena hanya Allah semata yang mengetahui alam gaib, maka kita tidak akan tahu kapan pertolongan akan datang? Kita tidak tahu, di mana kebaikan itu berada? Tetapi yang kita tahu adalah bahwa umat kita merupakan umat yang terbaik –dengan izin Allah- kita mengharapkan pertolongan dari Allah untuk umat ini –walaupun setelah sekian waktu-. Rasulullah Saw. telah memberi isyarat akan hal itu dalam sabdanya,

“Perumpamaan umatku bagaikan hujan, tidak dapat diketahui mana yang lebih baik, di awal atau di akhirnya.”

Kita tidak tahu generasi mana yang akan mampu menyingkirkan derita umat dan mengangkat kejayaan umat,  tetapi yang kita tahu adalah, bahwa sunatullah di muka bumi ini akan berjalan. Rasulullah Saw. telah memberi kabar gembira bagi orang-orang yang berputus asa, memberi motivasi bagi orang-orang yang pesimis, memberi semangat bagi orang-orang yang sedang dalam cobaan, memberi harapan bagi orang yang kehilangan harapan atas kondisi umat ini, yaitu ketika secercah sinar harapan tidak lagi ditemukan, dimana beliau bersabda,

“Berilah kabar gembira bagi umat ini akan datangnya keagungan, tegaknya agama, kejayaan, kemenangan dan penguasaan atas bumi.”

Umat Islam jika dalam keadaan terbelenggu, berada dalam penjara, berada dalam pengasingan, tanpa senjata dan tanpa harta tapi dengan doanya, shalatnya dan keikhlasannya maka Allah akan menolong umat ini walaupun mereka dalam kondisi yang sangat lemah. Hal itu sebagaimana diisyaratkan Rasulullah Saw.,

“Walaupun orang yang berdebu yang tergeletak di depan pintu (karena lemahnya), apabila ia bersumpah (berdoa) pada Allah maka akan dikabulkannya.”

“Sesungguhnya Allah menolong umat ini karena kelemahannya, doanya, shalatnya, dan keikhlasannya.”

Mungkin sekarang kita melihat bahwa kekuatan di tangan musuhmusuh kita sehingga kemenangan ada pada mereka, tetapi kita jangan lupa bahwa sesungguhnya Allahlah yang mengatur dunia ini, matanya tidak pernah lupa dari hamba-hambanya yang beriman, Allah tidak akan rela melihat mereka dalam keadaan hina dan ditindas terus. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.,

“Pertimbangan itu ada pada Allah, Dialah yang mengangkat suatu bangsa dan menurunkan bangsa lainnya.”

Allah akan mengangkat kita setelah kita diturunkan, apabila Dia melihat kita telah berusaha maksimal dalam menggapai ridha-Nya. Pertolongan itu akan datang, baik melalui orang-orang yang berlomba dalam kebaikan atau melalui orang-orang pembaharu, tetapi yang pasti bahwa penderitaan tidak akan langgeng.

“Pada setiap abad dari umatku akan ada orang-orang yang berlomba dalam kebaikan”

“Sesungguhnya Allah akan mengutus pada setiap abad seorang mujaddid (pembaharu) yang akan memperbaharui agamanya.”

Maka kita ini harus saling menasehati untuk sabar dalam penderitaan dan tetap tegar bila tertimpa takdir Allah. Kita harus jadi penyebar kabar baik, dan jangan menjadi pengingat yang menakutkan serta harus mengatakan kepada orang-orang pesimis setelah mereka lama menanti, sebagaimana Rasulullah Saw. mengatakan kepada para sahabatnya ketika mereka mengeluh karena banyaknya penderitaan yang mencekam,

“Demi Allah, sesungguhnya Allah akan menurunkan bantuan-Nya tapi kamu selalu tergesa-gesa.”

Waktu yang telah ditetapkan tidak akan terjadi lebih cepat hanya dengan permintaan orang yang tergesa-gesa, dan juga tidak akan tertunda karena nafsu kemalasan. Umar bin Abdul Aziz sering berdoa, “Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ridha atas ketentuan-Mu, dan berkatilah aku dalam takdir-Mu sebab aku
tidak suka mempercepat suatu takdir yang seharusnya Engkau akhirkan, dan tidak pula mengakhirkan suatu takdir yang seharusnya Engkau percepat.” Dengan psikologi seperti ini, ketergesa-gesaan akan hilang, dan dapat menenangkan hati karena akhir kemenangan hanya bagi orang-orang yang bertakwa.

Dan walaupun umat Islam sedang melewati fase-fase lemah, maka jangan dilupakan bahwa itu adalah takdir Allah yang akan mampu mengembalikan kemuliaan yang telah hilang. Mengembalikan kejayaan masa lalu, begitulah kondisi manusia terkadang naik dan terkadang turun. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits,

“Perumpamaan seorang mukmin bagaikan sebuah tangkai, terkadang miring dan terkadang tegak.”

Yang penting bahwa umat Islam suatu waktu akan tegak kembali dalam kejayaannya –itu adalah sunatullah- dan pada hari ini pasti akan datang dan bukan sebuah kemustahilan –apabila sebab-sebab kemenangan itu
ada-. Begitulah sunatullah tentang umat ini berlalu, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits,

“Telah ditunjukkan kepadaku gambaran orang-orang terdahulu, akumelihat seorang nabi bersama sekelompok umatnya, seorang nabi bersama satu-dua orang umatnya dan seorang nabi tanpa ditemani seorangpun dari umatnya.”

Walaupun begitu, dakwah mereka tetap berjalan dan akan terus jalan walau dalam kondisi lemah. Tidaklah seorang nabi akan tercela hanyakarena tidak ada umatnya yang mendapatkan hidayah melaluinya sebab ia telah berusaha semaksimal mungkin, begitu pula seorang mujahid tidak akan tercela apabila ia gagal dalam perjuangannya sebab ia telah berusaha semaksimal mungkin. Tetapi kita ini dianggap tercela apabila kita lalai dalam mengambil sebab-sebab keberhasilan dan tidak ingin berjuangsecara optimal –walaupun dalam  batas minimal- adapun faktor kemenangan lainnya adalah janji Allah apabila Dia menghendakinya.

Maka malam terus berlalu, gelap menjadi sirna dan ketika manusia melakukan kebaikan, maka ia harus berkuasa di bumi, dan begitulah ketetapan Allah akan terjadi dimana akhir kemenangan hanya diperoleh bagi orang-orang yang bertakwa.

Sumber: Hadzihi Akhlaquna (Mahmud Muhammad al-Hazandar)

2 responses to “Yakin dengan Pertolongan Allah

  1. tolong hadist-hadist yang terdapat pada artikel “yakin dengan pertolongan Allah ” dicantumkan perawinya. dan kalau bisa dikirm segera ke alamat saya.saya butuh hal itu thanks

  2. Trimakasih, dengan gerakan gaib dalam melengkapi ichtiar kami dalam berdoa, sampailah pada artikel” Yakin dengan pertolongan Allah “. Meski kalimat tersebut merupakan pengulangan2,hikmahnya adalah terkabulnya suatu doa hasil dari pengulangan suatu usaha, semangat dan doa itu sendiri.Allah telah memberikan semangat untuk bertahan dalam perjuangan dan harapan bahwa akan datang pertolongan Tuhan, pasti..Meyakini keyakinan yang sudah kita yakini…mbulet khan? Tapi itulah keyakinan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s