Topik 7: Tinjau ulang topik 1 s/d 6

Disclaimer: Tulisan ini adalah refleksi keseharian dari seorang awam yang mencoba mempelajari bahasa Arab. Jadi penulisannya kurang terstruktur, dan memakai bahasa sekena’nya. Target pembacanya adalah orang yang sudah bisa baca Al-Quran (meski masih terbata-bata), tapi tidak punya background bahasa Arab. Tujuan akhir dari seri Pelajaran ini adalah: agar para pembaca (termasuk penulis), dapat mengerti makna yang dibaca, sewaktu membaca Al-Quran. Penulis telah berusaha semaksimal mungkin agar informasi yang ada dalam blog ini akurat. Akan tetapi bisa jadi masih terdapat beberapa kesalahan didalamnya. Untuk itu, dimohon untuk mencari ke referensi-referensi lain. Silahkan menggunakan informasi dalam blog ini (http://arabquran.blogspot.com) untuk apapun selama untuk kebaikan.

Bismillahirrahmanirrahim.

Pada topik 1 kita telah menjelaskan jenis-jenis kata dalam bahasa Arab, yaitu: (1) isim–kata benda, (2) fi’il–kata kerja, dan (3) harf (atau huruf)–kata tugas. Topik 2 sampai 5 kita telah jelaskan jenis-jenis isim dan harf. Topik 6 agak melenceng sedikit, menjelaskan masalah mudhof (atau kata majemuk).

Sekarang kita review ulang surat Al-Baqaroh 1-2:

Kitab itu, tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.

Karena tujuan akhir kita adalah bagaimana dengan cepat kita bisa menerjemahkan (ingat bukan menafsirkan loh… karena untuk menafsirkan perlu ilmu-ilmu lain), maka cara tercepat menurut saya adalah kemampuan memenggal-menggal kata dalam kalimat. Perhatikan ayat 2 diatas, menurut Anda terdiri dari berapa penggalan kata? Kalau jawaban Anda 7 maka jawabannya salah. Jawaban yang betul adalah 9 kata yaitu:

ذلك…..الكتاب….. لا….. ريب…… في……. ـه…… هدى…… ل….. المتقين

Teknik selanjutnya adalah (ini menurut pendapat saya pribadi loh…) setelah mengetahui 9 kata tersebut kita mengetahui apakah dia termasuk isim, fi’il, atau harf. Why? Karena kalau sudah punya “feeling” jenis-jenis kata tsb, kita minimal bisa “nebak-nebak” artinya.

Okeh… sekarang kita urai satu-satu. ذلك itu, الكتاب buku, لا tidak ada, ريب keraguan, في didalam, ـه nya, هدى petunjuk, ل bagi, المتقين orang-orang yang bertaqwa.

ذلك dzalika: itu –> isim isyaroh (kata benda tunjuk)

الكتاب al-kitaabu: buku –> isim alam ma’rifah (kata benda yang sudah spesifik)

لا laa: tidak ada –> harf (kata tugas), tugasnya adalah meniadakan secara makna kata setelahnya

ريب roiba: keraguan –> isim

في fii: didalam –> harf jar (kata tugas), tugasnya adalah menjadikan kata setelahnya tidak berakhiran un atau u, tetapi in atau i. Lihat topik 5.

ـه hi: nya –> isim dhomir (kata ganti orang)

هدى hudan: petunjuk –> isim

ل li: bagi –> harf jar (kata tugas). Lihat topik 5

المتقين al-muttaqien: orang-orang yang bertaqwa –> isim alam.

Setelah tahu pembagian tsb, lalu ngapain? Apa pentingnya tahu pembagian isim, fi’il, harf? Nah kembali lagi kita lihat ayat 2 diatas, terdiri dari 9 kata. Adakah kata kerja (fi’il) didalamnya? Tidak ada khan?

So??? Ya, kalau tidak ada berarti kalimat tsb kalimat yang tidak ada kata kerjanya. Ah bingung… Gini2x… Kalau saya sebutkan:

Rumah dipuncak bukit itu indah rupawan, diatasnya ada pemandangan gunung yang menghijau.

Nah, walau kalimat itu panjang, adakah bayangan “pekerjaan” dalam kalimat diatas? Bandingkan dengan ini.

Rumah dibawah lembah itu ditimpa longsor, dari batu yang menggelinding dengan cepat, menimpa lalu meremukkan rumah tersebut.

Nah dalam kalimat ini ada kata kerjanya yaitu: ditimpa, menggelinding dengan cepat, menimpa, meremukkan. Terbayang ada “Action” disini kan, ada sesuatu yang bergerak, bekerja. Itulah kata kerja (atau fi’il) dalam bahasa Arab.

Kembali lagi ke ayat 2 surat Al-Baqaroh diatas, kita tidak menemukan fi’il (atau kata kerja). Semuanya kata benda dan harf (kata tugas) saja.

Buku itu, tidak ada keraguan didalamnya, petunjuk bagi orang-orang bertakwa.

Kalimat ini semacam kalimat pemberitahuan, bahwa kitab itu (yaitu Al-quran) tidak ada keraguan sedikitpun didalamnya, dan dia adalah petunjuk bagi orang-orang bertaqwa.

Perlu dilihat disini kata-kata لا yang diikuti kata benda yang berbentuk nakiroh (umum) ريب : keraguan. Tugas Laa itu adalah meniadakan apapun jenis kata benda setelahnya (yaitu keraguan). Yang bisa diterjemahkan, tidak ada setetespun (sedikitpun) terhadap segala jenis keraguan, didalamnya.

Lanjutannya bisa di baca di

http://arabquran.blogspot.com


One response to “Topik 7: Tinjau ulang topik 1 s/d 6

  1. wah makasih banget mas atas artikel pelajaran bahasa arabnya. semoga barokah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s