Topik 4: Membentuk Kalimat Sempurna

Bismillahirrahmanirrahim

Pada topik kali ini akan dibahas bentuk kalimat sempurna. Layaknya dalam bahasa Indonesia satu ide kalimat disebut lengkap kalau memiliki Subject dan Prediket. Sebagai contoh: “Buku itu besar”, adalah kalimat sempurna. Tapi kalau saya sebut: “Buku itu”, nah ini kalimat yang belum lengkap, karena maknanya masih menggantung. Tapi kalau saya tulis “Itu sebuah buku”, maka ini sudah menjadi kalimat sempurna, karena ide kalimatnya sudah lengkap.

Dalam struktur bahasa Arab, contoh diatas dapat ditulis sbb:

ذلك الكتاب
Prediket Subject
Khobar Mubtada’
Buku Itu

Jika dibaca dari kanan : Itu (sebuah) buku. Kalimat ini disebut kalimat sempurna. Jadi kalau sudah ada Subject (Mubtada’) dan Prediket (Khobar), maka struktur kalimat menjadi lengkap.

Contoh lain: Pasar (itu) besar
سوق كبير suuqun kabiirun. Subjectnya “Pasar”, Prediketnya “Besar”.

Contoh lain: Itu (sebuah) pasar besar
ذلك سوق كبير dzalika suuqun kabiirun. Subjectnya “itu”, Prediketnya “pasar besar”.

Kembali ke surat Al-Baqaroh:
ذلك الكتاب لا ريب فه dzaalika al-kitabu laa raiba fiihi
Kitab itu tidak ada keraguan di dalamnya.

Dapat dipandang sbb:
1. (S) Itu — (P) Kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya
2. (S) Kitab — (P) tidak ada keraguan di dalamnya
3. (S) tidak ada keraguan (P) di dalamnya

Kalimat diatas dapat dipandang sebagai (S) dan (P) [baris 1] dimana (P) nya terdiri dari (S) dan (P) [baris 2], dan (P) baris 2 sebenarnya terdiri dari satu kalimat sempurna juga yaitu (S) dan (P) baris 3.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s