Memuliakan Orangtua

Telah kami pesankan seorang manusia untuk senantiasa berbuat baik kepada kedua orangtuanya.” (Al Ahqaaf:15)

Ibnu Katsir menjelaskan, “Dalam ayat di atas, Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, sekaligus juga melimpahkan kasih sayang kita kepada mereka.”

“Beribadahlah kepada Allah, jangan menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (An Nisa’:36)

Perintah itu, bahkan diseiringkan dengan perintah untuk mengesakan Allah sebagai kewajiban utam seorang mukmin. Sehingga amat jelas, perintah itu mengandung ‘tekanan’ yang demikian kuat.

Sekarang, bandingkan dengan realita yang ada. Banyak anak yang enggan menyisihkan sebagian waktunya, mengucurkan keringat atau sekedar berlelah-lelah sedikit, untuk merawat orang tuannya yang suda ‘uzur’. Terutama sekali, bila anak tersebut sudah berkedudukan tinggi, sangat sibuk, dan punya segudang aktivitas. akhirnya, ia merasa sudah berbuat segalanya dengan mengeluarkan biaya secukupnya, lalu memasukan orang tuanya ke panti jompo.

Ya Allah, di mana letak jiwa kemanusiaannya? Di mana pula dia letakkan iman dan Islamnnya? Tidakkah dia menyadar, bahwa keberadaannya di dunia ini, tidak lain adalah melalui perantaraan orang yang sekarang ini ia ‘singkirkan’ dari kehidupannya itu? Yakni, saat orang itu sudah kehilangan kemampuan mengurus dirinya sendiri? Tidakkah dia sadar, bahwa beberapa puluh tahun yang lampau, orang itulah yang telah membimbingnya untuk berlatih duduk, merangkak dan berjalan; mengajarinya berbicara, makan dan minum? Kini, secara mengenaskan, orang itu dia biarkan diurus oleh orang lain, saat dirinya sendiri masih berkemampuan untuk sekedar mengupayakan ‘balas jasa’ yang sebenarnya pun juga tidak akan mampu ‘melunasi’ atau sekedar mengimbangi jasa orang tua tersebut kepadanya.

Ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw., “Apa kewajiban yang harus diemban oleh seorang anak, untuk kedua orang tuaku?” Rasulullah menjawab, “Camkan, mereka adalah surga atau nerakamu!”

Ibunda (Abu Umar Basyir)

One response to “Memuliakan Orangtua

  1. Yup, aku sangat mencintai orang tua saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s