Bencana akibat rusaknya keseimbangan ciptaan-NYA

Akibat dari ulah kita sendiri dapat kita rasakan beberapa musibah yang menimpa kita sendiri, misalnya dalam bentuk banjir, tanah longsor, polusi udara, meningkatnya jumlah dan kualitas penyakit, dan banyak lagi yang sebenarnya harus menjadi pelajaran buat manusia. Akan tetapi, bila hati nurani kita tidak jernih, tidak suci, tidak fitrah, maka kita akan kesulitan mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian alam yang sebenarnya akibat ulah kita sendiri. Untuk itu keadaan yang fitrah menjadi sangat esensial supaya kita mampu kembali kejalan yang benar.

 

Kefitrahan kita memang seharusnya ada didalam lahir (yang nampak) dan di dalam batin (yang tidak langsung nampak). Kefitrahan didalam lahir, selain harus kita cerminkan di dalam diri kita, juga seharusnya kita cerminkan di dalam lingkungan kita, baik itu lingkungan sosial maupun lingkungan fisikal-alam. Menjaga kebersihan dan keseimbangan alam adalah sebagian dari fitrah kemanusiaan. Untuk itu salah satu dan yang terpenting dari pendidikan dasar adalah menanamkan kecintaan terhadap alam. Cinta terhadap alam berarti kita menjaga kelestariannya dan menggunakannya dengan tidak terlalu berlebih-lebihan. Kita harus sadar akan keseimbangan ekosistem yyang betul-betul dibutuhkan alam. Bila semua ini terjaga maka manusia dan seluruh makhluk hidup dapat merasakan manfaat dari alam ini. Allah SWT berfirman dalam surat Al Hijr ayat 19-21:

 

“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.”

 

Untuk menjaga keseimbangan ekosistem itu, dilarang kita membuat kerusakan dimuka bum. Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 11-12:

 

Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.

Ayat ini sepertinnya cerminan buat kita, dimana pada masa tertentu kita pernah melihat pengrusakan hutan dengan dalih untuk pembangunan. Akhirnya sekarang ini kita bisa merasakan bagaimana resiko ketidakseimbangan ekosistem itu. Kenyataan itu terjadi dalam bentuk kebakaran hutan, banjir dan musibah lainnya. Hanya orang-orang yang menyadari akan kefitrahan manusia yang nantinya berpaling kedapa kebenaran dan kemudian memperjuangkanya dengan konsisten. Perjuangan itu salah satunya dapat dituangkan dalam aktifitas-aktifitas yang bisa mengembalikan alam pada keadaan seimbang, dan kita tidak berlebih-lebihan dalam memanfaatkannya.

 

Sumber: Al Qur’an dan masalah lingkungan hidup (Andi Hakim Nasoetion dan Asep Saefuddin)

2 responses to “Bencana akibat rusaknya keseimbangan ciptaan-NYA

  1. good article, selamat. teruslah berkarya, semoga tak kan sia-sia, thanks

  2. Makasih atas infonya , Adria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s