Menyaring tontonan televisi

Tontonan televisi merupakan hiburan yang lumayan terjangkau di semua kalangan masyarakat. Hampir disetiap rumah sudah kita jumpai televisi dari berbagai ukuran dan merk. Ya…tergantung tingkat ekonomi empunya. Sekarang yang menjadi tugas kita adalah bagaimana men-sortir tayangan-tayangan televisi itu sedemikian rupa sehingga menjadi tayangan yang bermakna&bermanfaat bagi keluarga kita. Selektif, istilah kerennya. Bolehlah kalau keluarga kita sudah dewasa semua, sudah berprinsip, dan sudah bisa membedakan mana yang layak dan tidak untuk dikonsumsi. Tapi bagaimana kalau ada anggota kita ada yang masih anak-anak. Yang kondisinya masih labil. Perlu bimbingan dari kita. Tentulah diperlukan special treatment padanya.

 

Anak-anak sangat menyukai film kartun. Entah itu kartun beneran ataupun film-film yang mengisahkan nikmatnya dunia anak. Sekali lagi perlu dan sangat diperhatikan pemilihan jenis filmnya. Tiga kategori yang saya berikan yang semoga saja bermanfaat bagi semuanya.

 

Pertama, alur cerita yang realistis. Tidak dibuat-buat dan berkesan “nggak banget”. Alur cerita yang sesuai dengan jalan pikiran kebanyakan orang. Tidak mengada-ada seperti kebanyakan tayangan kartun yang sangat imaginatif. Sebenarnya imaginatif itu perlu asal harus diperhatikan proporsinya. Dan seorang pemerhati anak seharusnya lebih paham tentang proporsi tersebut. Ada beberapa orang yang menyangkal pendapat saya (kategori pertama) diatas. Dengan alasan bahwa, memanglah seperti itu dunia hiburan anak. Penuh dengan imaginasi dan khayalan. Menurut saya, apapun itu jika sudah dibiasakan semenjak kecil maka akan ter-frame pula ketika beranjak dewasanya. Jadi, alangkah baiknya jika kita membiasakan anak-anak kecil untuk melihat tayangan yang sesuai realitas yang pasti bakalan mereka hadapi kelak kemudian.

 

Kedua, alur cerita yang sesuai dengan kaidah agama. Saya sangat menyukai film kartun Avatar: The Advebture of Aang. Filmnya benar-benar membuat kita selalu tergoda untuk terus mengikuti kecerdasan dan kegesitan tokoh Aang. Seorang bocah kecil yang dilahirkan akan menjadi seorang Avatar yang akan menguasai bumi. Tapi sayang, kalau kita cermati engan seksama maka ada bagian-bagian yang tidak sesuai dengan kaidah/ ajaran agama kita (Islam, tentunya). Dalam film tersebut diceritakan bahwa bumi terdiri dari empat (4) unsur/ elemen penyusun, yaitu: air, api, angin, dan tanah. Dan pada setiap elemen tersebut terdapat penguasa/ rajanya (istilah lain: Tuhan). Disinilah letak penyimpangannya dari agama. Secara tidak langsung film tadi menganggap bahwa Tuhan itu terdiri dari 4, bukan satu/ ahad. Sungguh sesuatu yang sepele tapi harus benar-benar kita perhatikan dampaknya pada anak-anak kita. Kita harus menanamkan bahwa Tuhan itu hanya satu, yaitu Allah ‘Azza wajalla.

 

Ketiga, pesan yang disampaikan. Sejauh ini saya sangat kagum dengan film kartun “Jeany” yang ditayangkan setiap hari di salah satu stasiun televisi swasta khusus untuk anak-anak. Sebuah film yang dikemas dengan sangat apik. Dikisahkan bahwa tokoh “Jeany” sebagai pribadi yang sangat menyenangkan dan bermanfaat bagi orang lain. Setiap bagian dari hidupnya slalu ia gunakan untuk menolong, membantu, dan berbagi dengan orang lain. Yang paling saya kagumi adalah sifatnya yang selalu positive thinking kepada semua orang, bahkan pada orang yang akan berbuat jahat kepadanya. Nilai-nilai seperti inilah yang harus kita tanamkan pada anak-anak kita. Dengan melihat karakter Jeany, maka secara otomatis kita belajar memberikan seorang tokoh teladan yang baik disamping tokoh-tokoh teladan yang lainnya yang lebih sempurna akhlaq dan budi pekertinya.

 

Tiga kategori tersebut hanya sedikit diantara sekian banyak kategori yang bisa kita dapatkan dengan melihat dari sudut pandang yang berbeda. Yang jelas, apapun tayangan, tontonan, dan hiburan yang tersedia haruslah kita selektif. Kita tidak bisa mengandalkan pemerintah -dalam hal ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)- untuk menyeleksi benar-benar teliti. Sebaik-baik selector adalah kita yang selalu berada didekat anak-anak kita. Jangan sampai kita melihat generasi penerus kita rusak akibat ulah kita yang tidak membatasi dengan bijak. Masih ada waktu untuk berbuat, apalagi bagi kita yang belum berkeluarga, mulai dari sekarang kita menata, menyusun, dan merancang yang terbaik untuk generasi harapan kita.

One response to “Menyaring tontonan televisi

  1. Kalo pengen tontonan yang berkualitas, langganan TV kabel aja.
    Aku kalo punya duit, insyaAllah rencananya sih kalo punya anak ntar cuma boleh nonton Discovery Chanel, BBC, CNN, National Geographic, Metro TV, dll. TV lokal banyak gak benernya😦
    terutama sinetron2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s