Islam tidak turun untuk nasionalisme

Rasulullah SAW telah diutus membawa agama ini pada saat daerah dan wilayah negeri Arab yang paling subur dan kaya tidak dikuasai oleh orang-orang Arab, malah dikuasai oleh bangsa-bangsa lain.

Wilayah-wilayah Syam di sebelah utara semuanya dikuasai oleh bangsa Romawi, diperintah oleh raja-raja dan pangeran-pangeran Arab atas nama Kerajaan Romawi. Wilayah-wilayah Yaman di sebelah selatan juga ditaklukan oleh kerajaan Parsi dengan diperintah oleh kaum bangsawan Arab di bawah naungan kerajaan Parsi. Hanya wilayah Hijaz, Tihamah, Najd dan daerah-daerah berpadang pasir yang tandus, dengan diselangi oasis-oasis di sana-sini saja yang dikuasai oleh orang Arab.

Mungkin ada orang berkata: bahwa Nabi Muhammad SAW bisa saja menggunakan pengaruh pribadinya yang terkenal jujur dan disanjung, karena pernah diangkat menjadi hakim menyelesaikan perselisihan suku-suku Arab mengenai HAJAR ASWAD, dan semua golongan berpuas hati menerima keputusan yang beliau lakukan itu, lima belas tahun sebelum beliau dilantik menjadi Rasul, ditambah pula dengan pengaruh keturunan dan kedudukan tinggi beliau di kalangan Bani Hasyim orang mengatakan bahwa beliau mampu dan berupaya membangkitkan rasa kebangsaan Arab yang telah porak-poranda akibat luasnya rasa dendam-mendendam dan hasad dengki, untuk mengarahkan mereka ke arah kebangsaan, untuk merebut kembali tanah air mereka dari tangan yang menjajah dan menakluknya, iaitu kerajaan-kerajaan Romawi dan Parsi dan mengibarkan bendera kebangsaan Arab serta mendirikan sebuah Negara Nasional Arab di seluruh Semenanjung Arabia.More…Mungkin ada pula orang yang berpendapat bahwa Nabi Muhammad SAW itu akan lebih bijaksana jika, setelah seluruh bangsa Arab mengikutnya sebagai pemimpin kebangsaan, dan setelah dapat mengumpulkan kuasa di dalam tangannya, jika beliau pergunakan kesempatan itu untuk menegakkan kalimah tauhid, untuk membawa umat manusia tunduk kepada kekuasaan Ilahi setelah mereka tunduk di bawah kekuasaan duniawi beliau. Tetapi Allah SWT – Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana telah tidak mengarahkan Rasulullah SAW berbuat demikian, malah diarahkannya supaya bertahan dengan ikrar dan syahadat LA ILAAHA ILLALLAH itu dan supaya sanggup menanggung derita akibatnya, bersama-sama dengan para sahabat beliau yang terlalu kecil jumlahnya itu.

Mengapa demikian?

Sesungguhnya Allah SWT tidak bermaksud menyiksa Rasul-Nya dan orang-orang beriman bersama beliau, malah Allah SWT Maha Mengetahui bahwa bukanlah itu jalannya. Bukanlah jalannya bahwa bumi ini lepas bebas dari tangan taghut berbangsa Romawi atau taghut berbangsa Parsi untuk berpindah tunduk di bawah tangan taghut berbangsa Arab karena taghut itu tetaplah taghut juga. Bumi ini adalah kepunyaan Allah dan mestilah dibebaskan untuk Allah dan karena Allah saja dan bumi ini tidak akan jadi bebas karena Allah saja melainkan apabila berkibar megahlah di dalamnya panji-panji dan bendera LA ILAAHA ILLALLAH. Bukanlah caranya bahwa bumi ini lepas bebas dari tangan taghut berbangsa Romawi atau Parsi untuk diambil alih oleh taghut berbangsa Arab. Taghut itu tetap taghut walau dari bangsa apa pun. Seluruh manusia adalah hamba Allah, tetapi manusia itu tidak dapat jadi hamba Allah yang sebenarnya melainkan bila dia tunduk di bawah kuasa dan perintah panji-panji LA ILAAHA ILLALLAH, mengikut pengertian yang dipahami oleh orang Arab melalui kaedah tata bahasa mereka; yaitu: tiada kuasa yang lain selain kuasa Allah SWT. Tiada undang-undang yang lain selain undang-undang Allah, tiada syariat yang lain selain syariat Allah, dan tiada kuasa seorang tertentu di atas orang lain, karena kuasa dan kekuasaan memerintah itu adalah kepunyaan Allah; karena rupa bangsa dan kewarganegaraan yang dimaksudkan oleh Islam untuk seluruh umat manusia itu ialah rupa bangsa yang berbentuk akidah, yang mana sama saja orang Arab, orang Parsi dan seluruh bangsa dan warna kulit di bawah panji-panji Allah.

Dan inilah dia jalannya.

Sayid Quthub (Petunjuk Jalan)

 

One response to “Islam tidak turun untuk nasionalisme

  1. assalamualaikum,wr,wb.maaf sebelumnya,setelah saya baca risalah diatas menurut saya patutlah kita mengikuti nabi muhamad saw,mengapa?karna beliaulah cerminan ahlak yang mulia teldan yang benar dan beliau adalah kekasih ALLAH tidaklah semua dibumi ini diciptakan kalau tidak untuk beliau.dan sangatlah penting bagi kita umat islam mencontoh beliau dan mencintai beliau.demikian komentar saya jikalau ada kesalahan saya mohon maaf sebesarnya.terima kasih,wasalamualaikum,wr,wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s