Kekuatan Doa

Doa merupakan permohonan seorang hamba
kepada Rabbnya. Ketika seseorang tengah
berdoa berarti dia sedang memanjatkan
permohonan kepada zat yang memiliki
segala-segalanya dan penolong yang
terbaik, yaitu Allah Swt. Tatkala kita
menengadahkan kedua tangan, hakikatnya
kita sedang meminta kepada Allah, zat
yang Maha Pengasih dan Pemurah,
sekalipun kita tidak dapat melihatnya.

Dari pengertian di atas, dapat dikatakan
doa adalah kesadaran dan pengakuan
seseorang akan keserbalemahannya. Karena
manusia adalah makhluk yang lemah dan
serba terbatas. Seringkali setelah kita
merencanakan sesuatu dengan sempurna,
terkadang dibalik itu terdapat kelemahan
yang tidak pernah kita sadari. Maka doa
menjadi sebentuk kekuatan yang muncul
jauh dari dalam hati kita. Menjadi
penyemangat dikala tubuh kita lemah dan
tidak berdaya.

Allah Swt. berfirman ”Berdoalah
kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan
bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang
menyombongkan diri dari menyembah-Ku
akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan
hina dina.”(TQS. Al Mukmin [40] : 60).

Namun, sebagai manusia kadangkala muncul
keraguan apakah doa kita dikabulkan.
Dalam kondisi seperti ini, Rasulullah
saw. berkata dengan penuh penegasan :

Tidak ada seorang Muslim pun yang berdoa
kepada Allah dengan suatu doa yang di
dalamnya tidak dosa dan memutuskan
silaturrahim, kecuali Allah memberinya
salah satu dari tiga perkara, yaitu bisa
jadi Allah akan mempercepat terkabulnya
doa itu saat di dunia, atau Allah akan
menyimpan terkabulnya doa di akhirat
kelak, atau bisa jadi Allah akan
memalingkan keburukan darinya sesuai
kadar doanya. Para Sahabat berkata “
Kalau begitu, Kami akan memperbanyak
doa.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda
: “Allah akan lebih banayk lagi
(mengabulkannya)” (HR. Bukhari, Ahmad).

Doa orang yang beriman pasti dikabulkan
dengan ketiga bentuk seperti apa yang
disampaikan Rasulullah saw. Tetapi perlu
diingat bahwa doa yang kita panjatkan
harus penuh kesungguhan hati, ketulusan,
penuh harapan, dan hati berdzikir pada
Allah. Sambil menundukkan diri
kepadaNya, khusyu, penuh harap
dikabulkan, dan disertai deraian air
mata yang terus mengalir tak tertahankan.

Di tengah musibah yang melanda negeri
kita, maka perbanyaklah berdoa padaNya.
Mungkin kita lupa bersyukur padaNya.
Sering lalai dan lupa memohon kepadanya.
Dengan semakin banyak kita berdoa
berarti : (1) semakin banyak terpenuhi
keinginan di dunia ini; (2) semakin
banyak tabungan kita di akhirat; dan (3)
semakin banyak keburukan-keburukan yang
menjauh dari diri kita. Wallahu a’lam
bish-shawab.

Lesi Puspitawati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s