” DOA “

Do’a mempunyai arti memanggil, meminta pertolongan atau memohon. Sedangkan menurut istilah ialah memohon sesuatu atau memohon perlindungan kepada Allah SWT. dengan merendahkan diri dan tunduk kepada-Nya.

Do’a adalah bagian dari pada ibadah, yang dapat dikerjakan kapan saja dan dimana saja, sebab Allah SWT. selalu bersama ummat-Nya dan selalu mengetahui segala gerak-geriknya. Allah SWT: memerintahkan kepada ummat-Nya supaya selalu berdo’a kepada-Nya.

Berkenaan dengan hal ini, Allah SWT. berfirman dalam surat Al-Mu’min : 60. “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”.

Do’a merupakan obat yang sangat manjur dan banyak memberikan manfaat. Do’a juga dapat menyangkal bala’ (cobaan), dan juga dapat meringankan musibah, dan dapat dikatakan bahwa do’a itu merupakan tiang agama, senjata bagi orang-orang yang beriman.

Dari Ali bin Abi Thalib ra. ia berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda : “Sesungguhnya do’a itu adalah senjata bagi orang yang beriman, tiang agama, sinar langit dan bumi”. (H.R. Hakim).

Perlu diketahui bahwa hubungan antara do’a dan musibah itu ada 3 perkara, yaitu
1. Jika do’anya lebih kuat dari pada musibah yang menimpa, maka do’a itu dapat menolaknya.
2 Jika do’anya lebih lemah dari pada musibah yang menimpanya, maka orang tersebut. akan tetapi tertimpa musibah. Akan tetapi dapat diringankan sedikit, dikarenakan lemahnya do’a.
3. Jika do’anya sama kuat dengan musibah yang menimpanya, maka masing-masing do’a dan musibah akan saling tolak menolak.

Didalam Kitab Al-Hakim, yang diriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW. bersabda
“Dan itu bermanfaat terhadap musibah yang telah turun dan yang belum turun. Oleh karenanya, wahai hamba Allah kalian haruslah berdo’a

Dari Aisyah ra. ia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW. “Kewaspadaan (kehati-hatian)mu itu tidak ada gunanya menghadapi takdir. Do’a itulah yang berguna untuk mengantisipasi musibah yang telah turun ataupun yang belum turun. Sesungguhnya musibah itu ketika turun dihadapi oleh do’a, dan keduanya bertarung hingga hari kiamat nanti” (H.R. Hakim).

Dalam kitabnya pula beliau meriwayatkan hadits dari Taufan, bahwa Rasulullah SAW. bersabda
“Tidak ada yang menolak takdir kecuali do’a. Dan tidak ada yang membantah amal pahalanya kecuali kebaikan. Sesungguhnya orang itu tidak memperoleh rizqi mungkin karena dosa-dosa yang dilakukannya”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s