Dapakah manusia selamat di akhirat dikarenakan amal perbuatannya?

Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda, “Berusahalah mendekati yang lurus dan benar dalam melakukan kebaian dan sedang-sedang sajalah dalam melakukan kebaikan, tidak terlalu berlebihan dan tidak terlalu kekurangan. Ketahuilah, tak seorangpun selamat di akhirat berkat perbuatannya.” Sahabat bertanya, “Tidak juga engkau wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Tidak juga saya. Hanya saja Allah meliputi saya dengan rahmat dan karunia-Nya.” (HR. Muslim)

Mengomentari hadits ini, syekh al-Albani mengatakan:

Ketahuilah, banyak orang yang kesulitan memahami hadits ini dan menyangka bahwa hadits ini bertentangan dengan firman Allah SWT: “Itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan,” (az-Zukhruf:72) serta ayat dan hadits lain yang menegaskan bahwa seseorang masuk surga berkat amal perbuatannya.

Banyak keterangan yang telah diberikan mengenai masalah ini, dan keterangan yang terbaik menurut saya adalah sebagai berikut: amal perbuatan merupakan penyebab, tetapi bukan bayaran untuk memasuki dan menikmati kenikmatan abadi yang ada di dalamnya.

Syekh al-Islam Ibn Taimiyah mengatakan

Ada ulama mengatakan bahwa menggantungkan dir faktor penyebab belaka adalah kemusyrikan, menafikan keberadaannya  menunjukan ketidakwarasan pikiran, dan berpaling darinya secara total sama  dengan melecehkan syariat. Keberadaan penyebab tidak identik dengan keberadaan akibat. Misalnya, turunnya hujan dan keberadaan benih tidak cukup tidak melulu menyebabkan adanya tumbuhan, karena harus ada juga angin yang mempertemukan keduanya dengan izin Allah SWT, serta faktor lainnya. Semua faktor penyebab harus terpenuhi dan semua faktor penghalang harus dihilangkan, dan semua ini terjadi dengan ketetapan dan kekuasaan Allah SWT.

Demikian juga keselamatan di akhirat. Seseorang tak akan meraih kebahagiaan di surga semata-mata berkat amal perbuatannya. Amal hanyalah salah satu penyebab. Oleh karena itu, Nabi saw bersabda seperti hadits di atas, padahal beliau menyampaikan firman Alah SWT:

“Masuklah kamu kedalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.” (an-Nahl:32)

Kesimpulannya, untuk masuk surga, perbuatan bukanlah pengganti, penebus, atau harga yang mencukupi, melainkan harus ada pengampunan, karunia, dan rahmat Allah SWT. Sebab, berkat pengampunan-Nya, kesalaan-kesalahan seseorang diampuni; berkat rahmat-Nya, orang itu akan menerima berbagai kebaikan; dan berkat karunia-Nya, orang itu akan mendapat ganjaran kenikmatan yang berlipat ganda di surga.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s