Menjadikan bacaan Al Qur’an sebagai nada tunggu di telpon

Syekh Ibn Utsaimin berkata

 

 

Beberapa orang menjadikan bacaan Al Qur’an sebagai nada tunggu di telponnya, sehingga jika anda menghubunginya, maka anda akan mendengar bacaan ayat-ayat al Qur’an selama menunggu. Ini pelecehan terhadap Kalamullah, karena dijadikan sebagai tanda untuk menunggu. Al Qur’an diturunkan untuk tujuan yang lebih mulia dan lebih agung, yakni untuk membangun hati dan mengajarkan perbuatan baik, dan bukannya untuk menjadi nada tunggu di telpon atau alat lainnya.

 

 

Selain itu, boleh jadi orang yang menghubungi anda adalah orang yang tidak mengagungkan dan tidak menghormati al Qur’an, bahkan berkeberatan mendengarnya. Terkadang orang yang menghubungi anda itu non muslim. Jika mereka mendengan bacaan al Qur’an, boleh jadi mereka akan menganggapnya nyanyian karena ketidak tahuan mereka. Jadi hal ini jelas merupakan pelecehan terhadap al Qur’an.

2 responses to “Menjadikan bacaan Al Qur’an sebagai nada tunggu di telpon

  1. Jangan di jadikan Al-Qur’an sebagai sarana untuk mencapai tujuan-tujuan dunia.

    Misalnya untuk mendapatkan harta, agar menjadi pemimpin di masyarakat, untuk mendapatkan kedudukan yang tinggi, agar orang-orang selalu meman-dangnya dan yang sejenisnya. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala , artinya: “…Dan barang siapa yang menghen-daki keuntungan di dunia, kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia, dan tidak ada baginya kebaha-gianpun di akhirat. (As-Syura: 20).”Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki …” (Al Israa’ : 18)

    Jangan mencari makan dari Al-Qur’an

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Bacalah Al-Qur’an dan janganlah kamu (mencari) makan dengannya dan janganlah renggang darinya (tidak membacanya) dan janganlah berlebih-lebihan padanya.” (HR. Ahmad, Shahih).Imam Al-Bukhari dalam kitab shahih-nya memberi judul satu bab dalam kitab Fadhailul Qur’an, “Bab orang yang riya dengan membaca Al-Qur’an dan makan denganNya”, Maksud makan dengan-Nya, seperti yang dijelaskan Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari.

    Diriwayatkan dari Imran bin Hushain radhiyallah ‘anhu bahwasanya dia sedang melewati seseorang yang sedang membaca Al-Qur’an di hadapan suatu kaum . Setelah selesai membaca iapun minta imbalan. Maka Imran bin Hushain berkata: Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Barangsiapa membaca Al-Qur’an hendaklah ia meminta kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala. Maka sesungguhnya akan datang suatu kaum yang membaca Al- Qur’an lalu ia meminta-minta kepada manusia dengannya (Al-Qur’an) (HR. Ahmad dan At Tirmizi dan ia mengatakan: hadits hasan)

    Adapun mengambil honor dari mengajarkan Al-Qur’an para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Para ulama seperti ‘Atha, Malik dan Syafi’i serta yang lainya memperbolehkannya. Namun ada juga yang membolehkannya kalau tanpa syarat. Az Zuhri, Abu Hanifah dan Imam Ahmad tidak mem-perbolehkan hal tersebut.Wallahu A’lam.

    Jangan ghuluw terhadap Al-Qur’an

    Maksud ghuluw di sini adalah berlebih-lebihan dalam membacaNya. Diceritakan dalam hadits yang shahih dari Abdullah bin Umar radhiyallah ‘anhu beliau ditanya oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Apakah benar bahwa ia puasa dahr (terus-menerus) dan selalu membaca Al-Qur’an di malam hari. Ia pun menjawab: “Benar wahai Rasulullah!” Kemudian Rasulullah memerintah padanya agar puasa seperti puasa Nabi Daud alaihis salam , dan membaca Al-Qur’an khatam dalam sebulan. Ia pun menajwab: Saya sanggup lebih dari itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: bacalah pada setiap 20 hari (khatam). Iapun menjawab saya sanggup lebih dari itu. Rasulullah berasabda : Bacalah pada setiap 10 hari. Iapun menjawab: Saya sanggup lebih dari itu, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bacalah pada setiap 7 hari (sekali khatam), dan jangan kamu tambah atas yang demikian itu.” (HR. Muslim)

    Diriwayatkan dari Abdu Rahman bin Syibl radhiyallah ‘anhu dalam hadits yang disebutkan diatas: “Dan janganlah kamu ghuluw padanya. (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi). Wallahu ‘a’lam bishshawab.

  2. Sememang nya saya dan semesti nya semua umat Rasulullah S.A.W. tidak bersetuju sekali dengan keadaan sedemikian iaitu menjadikan bacaan al quran sebagai “nada dering telefon”.Tetapi saya bersetuju jika sekira nya bacaan bacan al quran itu di rakamkan ka dalam telefon (telefon bimbit) untuk kedengaran dan menafaat diri sendiri sebagai pengganti kepada hiburan hiburan yang lain seumpama lagu lagu musik kegemaran masa kini dan sebagai nya. Saya juga tidak bersetuju jika ada lagu lagu yang berunsur dakwah , tetapi ada di masokan beberapa potong ayat ayat al quran di dalam nya. Al Quran tetap al quran tetapi mengapa bisa di camporadokan dengan musik? Ini ada lah dari pengalaman saya sendiri yang telah pulang ka Singapura tahun sudah semasa bercuti (saya kini menetap di Holland) dan terlihat suatu acara hiburan di TV yang mana ada seorang artis (entah dari Indonesia,atau Malaysia , saya pun tak tahu)Artis wanita ini berpakaian “ala Dakwah” tetapi amat sempit sekali.Inikah yang di benarkan oleh Islam? Jika sudah berpakaian menutup seluroh tuboh badan,tetapi begitu sendat sehingga menampakan bentuk badan,lebih baik saja bertelanjang bogel! Artis yang saya maksudkan tadi mendendangkan sebuah lagu berunsur dakwah, tetapi di pertengahan lagu tersebut di masokan ayat quran ( Iqra ‘ bismirrab bikkal lazi khalaq ) Saya berharap sangat supaya lagu tersebut di haramkan peredaran nya kerana ini adalah satu penghinaan terhadap ayat ayat Allah Subhanahuwataala. Tetapi, saya merasa hairan mengapa orang orang yang terlibat dalam penciptaan lagu tersebut tidak menitikberatkan perkara ini? Sepertimana yang telah saya nyatakan di atas tadi, Al Quran tetap Al Quran tetapi jangan di camporadokan dengan unsur unsur lain.Kerana Al Quran bukan lah suatu alat Hiburan tetapi adalah ucapan ucapan Allah Subhanahuwataala yang seharus nya di berikan penghormatan yang terkemuka sekali.Al Quran hanya sesuai di camporadokan dalam upacara upacara Maulud Nabi S.A.W. atau yang berunsur keugamaan di masjid masjid saja!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s