Boleh tidaknya membunuh satwa

Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus ra, dari Rasulullah saw, beliau bersabda, “Allah SWT mewajibkan kasih sayang terhadap segala sesuatu. Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan binatang yang disembelihnya.” (HR. Muslim).

 

Membunuh maksudnya adalah membunuh binatang yang tidak halal dimakan, diperintahkan untuk dibunuh, dan dibolehkan untuk dibunuh. Binatang yang diperintahkan dibunuh misalnya tikus, kalajengking, ular, dan anjing. Binatang-binatang ini dibunuh, begitu juga binatang-binatang lain yang berbahaya. Yang harus diingat adalah membunuhnya harus dengan cepat dan tidak menyakiti binatangnya.

 

Para ulama menetapkan kaidah: Binatang yang secara naluriah membahayakan, maka menurut syara’ harus dibunuh. Maksudnya, jika secara naluriah binatang itu membahayakan, maka harus dibunuh, sedangkan yang secara naluriah tidak berbahaya, lalu menjadi berbahaya, maka boleh dibunuh. Begitu juga binatang yang secara naluriah tidak berbahaya lalu menjadi berbahaya dan tidak dapat dijauhkan kecuali dengan cara dibunuh, maka boleh membunuhnya.

 

Jadi jika ada satwa liar berbahaya seperti macan, memasuki perkampungan maka yang harus lebih di utamakan adalah keselamatan manusia yang ada. Terlepas dari apakah itu akibat kesalahan manusia yang  merusak habitat atau bukan, yang harus lebih diutamakan adalah keselamatan manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s