Hakikat cinta pada tanah air

Abu Musa Abdullah bin Qais al-Asyari ra berkata: Rasulullah saw. ditanya tentang orang yang berperang karena keberanian, kebangsaan atau riya’, “Siapakah di antara mereka yang berperang di jalan Allah?” Beliau bersabda, “Yang berperang demi luhurnya kalimatullah, dialah yang berperang di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Syekh Ibn Utsaimin mengulas hadits ini mengatakan: jika kita berperang hanya dengan motif membela negara, maka kita tidak beda dengan orang kafir, karena orang kafir juga berperang demi membela negaranya.

Orang yang semata-mata berperang demi negara lalu gugur, dia tidak meraih derajat mati syahid. Karena itu, sebagai orang yang tinggal di negara Islam kita wajib berperang bukan dengan motif tersebut., melainkan dengan motif membela agama Islam yang hidup di dalam negeri kita.

Perhatikanlah dengan jeli perbedaan antara keduanya. Kita hanya wajib berperang untuk melindungi Islam yang hidup di dalam negeri kita, baik di belahan Timur maupun Barat.  Konsep kita mengenai hal ini harus jelas, yakni kita berperang demi membela Islam di negeri kita. Atau dalam ungkapan lain, kita berperang demi negeri kita karena negeri kita Islami dan yang kita bela adalah Islam yang ada di dalamnya.

Berperang dengan niat membela tanah air atau berdasarkan semangat nasionalisme belaka adalah niat yang salah, tidak memberi manfaat bagi Islam sedikitpun, dan tidak membedakan kita dengan orang kafir yang juga rela berperang demi negara semata-mata.

Berdustalah orang yang mengatakan bahwa ungkapan: “Cinta tanah air adalah bagian dari keimanan,” merupakan hadits Rasulullah saw.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s