Apakah menutupi keburukan selalu baik?

Abu Hurairah ra berkata: Nabi saw bersabda, “Tidaklah seseorang menutupi kekurangan orang lain di dunia kecuali Allah SWT akan menutupi kekurangannya pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

Ketika menerangkan hadits ini Syekh Ibn Utsaimin mengatakan:
As-sitr berarti menutup-nutupi atau menyembunyikan kesalahan orang. Tindakan ini tidak selalu terpuji dan tidak selalu tercela, melainkan ada dua macam.

Pertama, menutup-nutupi kesalahan orang yang istiqomah, tidak dikenal sebagai pelaku kekejian, dan jarang melakukan pelanggaran. Orang seperti ini harus ditutupi kesalahannya, serta hanya dinasehati dan diberi tahu bahwa dia melakukan kesalahan. Ini adalah tindakan menutup-nutupi yang terpuji.

Kedua, menutup-nutupi kesalahan orang yang menyepelekan dan melecehkan agama, sering melanggar hak orang lain, dan terkenal jahat. Kesalahan orang seperti ini tidak boleh ditutupi, melainkan wajib dilaporkan pada pihak yang berwenang, agar dilaporkan, sehingga mencegah orang lain menirunya.

Dengan demikian, upaya upaya menutupi kesalahan orang tergantung pada mashlahat. Jika upaya ini mendatangkan maslahat, maka sebaiknya dilakukan. Jika tidak, maka sebaiknya dilaporkan. Jika seseorang ragu-ragu antara menutup-nutupi atau melaporkan kesalahan orang lain, maka sebaiknya dia tutupi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s