Pemerintahan Islam (2)

Dinasti Samaniah (261-390 H/874-999 M)

Sebuah Daulat Iran yang berafiliasi kepada Saman Khudah yang
berkuasa di Khurasan dan kawasan Trans Oceania. Kedaulatan dinasti
ini diperkuat oleh Ismail bin Ahmad (892-907 M). Daulat ini berhasil
menghancurkan Daulat Shafariah. Pada masa pemerintahan mereka bidang
kebudayaan sangat maju sehingga Bukharest dan Samarkand menjadi
pusat peradaban Islam yang sangat penting di samping kota Bagdad.

Dinasti Ziriah (361-547 H/ 972-1152 M)

Mereka berasal dari keturunan Barbar Shanhajah yang diberi wewenang
oleh Muiz, khalifah Daulat Fatimiah, untuk berkuasa di Tunis dengan
Qairawan sebagai pusat pemerintahannya. Mereka mengafiliasikan diri
kepada Ziri bin Mannad, ayah dari Bulukin, pendiri Daulat Ziriah
ini. Duhulu mereka tunduk kepada pemerintahan Fatimiah hingga
Khalifah Muiz bin Badis yang membelot kepada Daulat Abasiah pada
tahun 440 H/1048 M. Oleh Khalifah Mustanshir dari Daulat Fatimiah
mengerahkan pasukan yang terdiri dari orang-orang Arab baduwi Bani
Hilal dan Bani Salim bin Mansur untuk menumpas gerakan ini, mereka
berhasil mengalahkan pasukan ini pada pertempuran Haidran dan
berhasil merebut Qairawan, Susah serta Tunis, namun mereka
ditundukkan oleh pasukan Daulat Muwahhidin. Pada masa pemerintahan
Raja-raja Thawaif, sebagian khalifah Daulat ini pernah berkuasa di
Granada sampai diusir oleh tentara Yusuf bin Tasyfin.

Emirat Ma`niah (1516-1697 M)

Negara ini dikuasai oleh emir-emir Lebanon yang berkuasa di Syuf
yang berhasil meluaskan pengaruhnya sampai ke seluruh wilayah
Lebanon termasuk beberapa kawasan di Suriah dan Palestina. Di antara
emirnya yang terkenal adalah Qurqumaz, Fakhruddin II dan Ahmad. Di
waktu pemerintahan Emir Ahmad inilah kerajaan ini mengalami
kemundurannya yang berakhir dengan Konferensi Samqaniah pada tahun
1697 M, di mana pemerintahan beralih kepada Daulat Syihabiah.

Kerajaan Ikhsyidiah (323-358 H/935-969 M)

Kerajaan yang didirikan oleh Muhammad bin Tughj ini berdiri di atas
puing-puing Kerajaan Thuluniah yang berkuasa di Mesir dan Suriah. Di
antara khalifah-khalifahnya yang paling terkenal adalah Washi Kafur.
Daulat ini ditaklukan oleh tentara Fatimiah.

Khalifah-Khalifah Dinasti Abasiah (132-656 H/750-1259 M)

Khalifah-khalifah yang memegang kendali pemerintahan Islam setelah
Daulat Umawiah yang berafiliasi kepada Abbas, paman Nabi Muhammad
saw. Setelah melancarkan propaganda rahasia selama setengah abad,
akhirnya pecahlah revolusi Bani Abasiah di wilayah Khurasan di bawah
pimpinan Abu Muslim Khurasani tahun 130 H/748 M. Pada zaman
merekalah Imperium Islam mencapai puncak kejayaan. Khalifah pertama
adalah Abu Abbas Assaffah, kemudian digantikan oleh Abu Jakfar
Manshur yang berhasil memadamkan beberapa aksi revolusioner. Beliau
memperkuat dasar pemerintahan dan membangun kota Bagdad sebagai ibu
kota. Kota yang menjadi saksi akan kebangkitan ilmu pengetahuan,
kebudayaan dan sastera sampai zaman pertengahan. Daulat ini mulai
melemah dan pecah menjadi beberapa kerajaan-kerajaan kecil seperti
Kerajaan Thuluniah, Ikhsyidiah dan Fatimiah. Serangan Mongol
berhasil mengakhiri Daulat Abasiah ini yang ditandai dengan
terbunuhnya Muktashim, khalifah Abbasiah terakhir di tangan Holako.

Khalifah-Khalifah Dinasti Fatimiah (909-1171 M)

Sebuah dinasti yang berasal dari keturunan Ali bin Abu Thalib dengan
Fatimah yang berhasil mendirikan sebuah negara di Tunisia yang dapat
bertahan sampai 14 khalifah dengan Ubaidillah Al Mahdi sebagai
pendirinya. Pada masa Khalifah Muiz, negara ini mencapai puncak
ekspansinya dengan menundukkan semua kawasan Afrika utara ke dalam
wilayah negaranya. Dialah yang mengirim panglima Jauhar As-Siqili,
untuk menundukkan Mesir tahun 969 M., membangun Kota Kairo dan
menjadikannya menjadi pusat pemerintahan. Khalifah Muiz pindah ke
kota tersebut dan berhasil melebarkan sayap pengaruhnya sampai ke
Suriah, Lebanon dan Palestina. Khalifah terakhir Dinasti ini ialah
Adhid yang dibantu oleh Shalahuddin Ayubi sebagai perdana menteri
yang diberi kebebasan bertindak dalam mengatur urusan-urusan
kerajaan yang pada akhirnya Shalahuddin berhasil menggulingkan
Daulat Fatimiah. Kota Kairo dan Universitas Al-Azhar merupakan
peninggalan arsitektur dan kebudayaan terpenting dari Daulat ini.

Khalifah-Khalifah Dinasti Umawiah (40-132 H/661-750 M)

Mereka adalah khalifah-khalifah Islam dari keturunan Umaiah yang
berawal dari Khalifah Muawiah bin Abu Sufyan sampai Khalifah Marwan
II. Damaskus adalah ibu kota pemerintahan. Ketika mereka mengalami
kekalahan dari Daulat Abasiah pada tahun 132 H/750 M, mereka pindah
ke Andalusia dan mendirikan pemerintahan baru di Kota Granada tahun
138 H/756 M. Khalifah pertama Daulat Umawiah di Andalusia ialah
Abdur Rahman. Tahun 422 H/1031 M, Daulat ini runtuh akibat
perpecahan antara raja-raja dari kabilah-kabilah yang ada di sana.

Khulafaur Rasyidin (11-40 H)

Empat khalifah pertama merupakan perlambang dan tokoh umat, pemimpin
sekaligus pelindung dakwah Islam. Merekalah yang memegang kendali
Negara Islam sepeninggal Rasulullah saw. Mereka adalah Abu Bakar
Sidik, Umar bin Khathab, Usman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib.

Sultan-sultan Dinasti Usmani (1281-1924 M)

Daulat Turki ini didirikan oleh Usman I pada tahun 1281 M. Daulat
ini dibangun di bawah reruntuhan Daulat Bani Saljuk di kawasan
Anatolia. Pemerintahannya meliputi daerah Balkan, negara-negara Arab
serta Afrika. Pada tahun 1453 M, Muhammad Fatih berhasil menaklukan
kota Konstantinopel, lalu menjadikan kota itu sebagai pusat
pemerintahan, kemudian berhasil meruntuhkan Byzantium. Pemerintahan
Islam setelah itu pindah ke tangan Sultan Salim I. Beliau dapat
menghancurkan Daulat Mamalik dan berhasil menguasai Suriah,
Palestina dan Mesir tahun 1517 M. Sultan Salim I digantikan oleh
puteranya, Sulaiman Qanuni yang berhasil memperkokoh unsur-unsur
pertahanan negara kemudian meluaskan pengaruhnya ke berbagai
negeri-negeri Islam dan Arab sampai ke Afrika. Pada masa
pemerintahannya Daulat ini mencapai puncak keemasan, di mana negara
memiliki armada laut dan angkatan bersenjata yang kuat. Pada abad
ke-17 M Daulat ini mulai mengalami kemunduran dan pengaruhnya di
Balkan sedikit demi sedikit berkurang, seiring dengan semakin
kuatnya tentara Rusia pada abad ke-18 M. Pada abad ke-19 muncul
berbagai gerakan kemerdekaan, di mana posisi Muhammad Ali di Mesir
semakin kuat, Yunani berhasil memperoleh kemerdekaannya pada tahun
1830 M, diikuti dengan kemerdekaan Romania dan Serbia. Dalam Perang
Dunia I pihak Turki Usmani bersekutu dengan Jerman, sehingga
kekalahan Jerman mengakibatkan terpecah-belahnya Daulat Usmani serta
diproklamirkannya Republik Turki di bawah pimpinan Kemal Ataturk
pada tahun 1924 M.

2 responses to “Pemerintahan Islam (2)

  1. affan ya akhiiiii…..

  2. Sebaiknya dibuat semacam garis waktu sehingga jelas, khalifah-khalifa setelah khulafraur rasyidin. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s