Untuk Sahabat Seperjalanan

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada do’a mereka selain ucapan, “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

(QS. Ali-Imran : 146-147)

Keistiqomahan tidak lahir karena lingkungan. Ia tumbuh karena pemahaman yang murni tentang kebenaran, kedewasaan pilihan, dan kesiapan untuk berkorban. Sebuah kesempurnaan sikap yang lahir dari hati yang bersih…

Dan keistiqomahan akan diuji dengan kondisi lingkungan yang demikian dan demikian, untuk melihat sejauh mana pemahaman, kedewasaan pilihan, kerelaan berkorban dan kebersihan hati…

Dunia merupakan tempat kehidupan yang sangat keras. Di sana, manusia berlomba-lomba mencari isi perut tanpa menghiraukan kanan-kiri. Mereka berpacu mengejar pangkat dan jabatan walaupun harus menginjak bawahan. Mengumpulkan kekayaan tanpa batas seakan hidupnya akan abadi.

Dan, di tengah-tengah mereka, kita -yang merasa memikul amanah da’wah- juga harus berpacu sekuat tenaga mengejar langkah-langkah mereka sambil menawarkan Al-islam. Menebarkan rahmat dan beramar ma’ruf nahyi munkar. Memang akan terasa lelah dan letih dalam proses ini, karena jalan da’wah merupakan jalan yang sangat panjang. Belum lagi sikap mereka -yang kadang- apatis dan bermuka masam. Juga, di sana ada sekelompok orang yang tidak suka dengan kita, menghadang laju pertumbuhan da’wah dengan berbagai cara. Menyebar fitnah, meneror, boikot sosial sampai mungkin masuk dan merambah ke daerah fisik. Melukai, menganiaya sampai percobaan pembunuhan.

Rasulullah bersabda:

“ Akan sentiasa ada pada umatku segolongan orang yang menegakan kebenaran yang tidak akan memudharatkan mereka orang orang yang mengecewakan dan menentang mereka sampai datangnya hari kiamat dan mereka tetap konsisten dalam sikap maupun pendirian.“ (HR Bukhari – Muslim)

Ya, lihat saja perjuangan Rasulullah SAW beserta para sahabatnya yang penuh dengan kisah-kisah heroik dan perjuangan, yang senantiasa dihiasi dengan rintangan dan ujian. Semuanya patut kita jadikan sumber inspirasi bagi penyebaran da’wah di muka bumi ini. Karena di sana tersimpan mutiara-mutiara sirah sebagai sunnatullah da’wah yang harus kita fahami bersama.

Sungguh apabila manusia hanya mengandalkan kekuatannya saja dalam memikul amanah da’wah ini, niscaya ia tak kan sanggup melakukannya. Jangankan manusia, gunung saja yang kita anggap berkekuatan besar apabila diturunkan kepadanya al-quran, maka ia pasti akan hancur.

Allah SWT berfirman

“Kalau sekiranya kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (QS Al-Hasyr: 21).

Di sinilah setiap da’i perlu berhenti sejenak, merenungkan lagi perjalanannya selama ini, mengevaluasi hasil-hasilnya dan masalah-masalah yang selalu menjadi penghias jalan da’wah.

Seorang da’i sangatlah memerlukan kekuatan tambahan yang mendorong dan menopangnya sehingga ia tetap mampu berdiri kokoh di jalan da’wah. Imam Asy-Syahid pernah mengungkapkan bahwa kemenangan da’wah bisa tercapai dengan tiga kekuatan: kekuatan aqidah, kekuatan ukhuwwah dan kekuatan senjata.

Seorang da’i yang akidahnya mantap, pada waktu itu ia tidak akan merasa lemah ketika berhadapan dengan musuh dan rintangan-rintangan da’wah karena ia telah menyandarkan dirinya pada kekuatan hakiki, dzat yang menggenggam segala urusan.

Bagaimanapun bentuk dan betapapun besar rintangan da’wah, ia pasti dapat melewatinya dengan mulus. Mungkin kita masih teringat dengan kisah perjuangan Bilal bin Rabah, ketika ia disiksa di padang pasir yang panas, dicambuk dan ditindih dengan batu besar. Waktu itu ia hanya berucap, “Ahad, Ahad, Ahad”. Atau Zaid bin Haritsah yang ikut bersama Rasulullah ke Thaif dan pulang dengan dilempari batu serta cacian dan makian, sehingga kaki baginda Rasulullah pun terluka dan mengucurkan darah. Waktu itu, bukan sumpah serapah yang keluar dari bibir Rasulullah, bukan juga laknat dan do’a azab, akan tetapi untaian do’a rahmat dan maghfirah yang justru meluncur dari kedua bibirnya.

Dengan kekuatan dari Allah dan tawakal kepada-Nya, seorang manusia biasa tiba-tiba saja akan memiliki kekuatan yang berlipat ganda. Inilah yang kita perlukan. Amunisi-amunisi da’wah yang bersumber dari Ilahi. Maka tidaklah mengherankan bila para sahabat di waktu siang seperti singa dan di waktu malam seperti “rahib”. Tangisan-tangisan mereka di malam hari ketika membaca untaian firman Allah sungguh telah menjadikan mereka pribadi-pribadi tangguh. Sujud-sujud mereka yang lama dalam qiyamullail menjadikan mereka berwibawa dan disegani di mata kaum kuffar.

“Dan Kami hendak memberikan karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir’aun, Haman dan balatentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu” (QS Al Qashash:6)

Sekali lagi, hanya dengan kekuatan Ilahiyah lah kita dapat membawa amanah da’wah ini. Shalahudin Al-Ayyubi, pernah berkata ketika memeriksa pasukannya di malam hari dan menemukan kemah-kemah mereka bercahaya karena diisi dengan qiyamullail, “Jika kita menang dalam perang ini, maka sesungguhnya kemenangan tersebut datangnya dari sini”, sambil kemudian tangannya menunjuk pada orang-orang yang sedang melaksanakan shalat tersebut.

Umar bin Khattab ketika memberikan wejangan kepada pasukan islam, ia berkata, “Sesungguhnya kalian tidak akan menang dengan kekuatan dan perbekalan kalian, akan tetapi kemenangan itu akan datang karena ketaatan kalian kepada Allah dan kedurhakaan mereka terhadap-Nya.”

Begitulah sunnatullah dalam da’wah. Keyakinan terhadap kekuatan dari Allah merupa-kan keniscayaan bagi diri manusia yang lemah ini. Allah berfirman:

”…Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” .(QS Ali-Imran: 159)

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. (QS Ath-Thalaq: 3)

Sudah saatnya kita perkuat lagi hubungan dengan Allah sehingga kemelut umat Islam dapat teratasi dan Islam kembali berjaya di muka bumi ini. Hanya kepada Allahlah kita meminta kekuatan dan kesabaran dalam meniti perjalanan da’wah ini. Karena, sekuat dan sematang apapun sebuah pergerakan jika tidak bersama dengan Dzat Yang Maha Kuasa, Yang Maha Menggenggam, dan Yang Maha Memiliki segalanya, kita tak akan mampu melangkah dan menggapai cita-cita agung ini.

“…Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk; dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri (dihadapan penguasa)…“ (Al Kahfi:13-14)

Tetaplah di sini wahai saudaraku. Di jalan keimanan dan keislaman ini. Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini sampai usai. Kita semua mungkin telah letih, karena perjalan ini memang amat panjang dan amat jauh.

Tapi yakinlah! Kenikmatan yang kita reguk di jalan ini, jauh lebih banyak ketimbang yang di lakukan oleh orang-orang lalai.

Ada perjuangan yang senantiasa mereka kobarkan untuk mengukir karya-karya penghambaan di tengah-tengah badai ujian pada setiap orang-orang pilihan ALLAH. Adakah kita menjadi satu di antaranya hari ini?…

Kebanggaan sejati adalah ketika kita memberikan karya terbaik meskipun tidak ada seorangpun yang melihat dan mengawasi. Kualitas kerja kita akan menjelaskan siapa diri kita sebenarnya…

Semoga Allah Yang Maha Penyayang mengampuni segala kesalahan dan kekhilafan kita, meredhoi segala usaha kita, serta mengumpulkan kita dalam wahana reuni terindah di Jannah-Nya kelak.

Assalallahu ayyajma’ana fii jannatin na’im birohmatillah. Amien…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s