Dimanakah praStart, Start, Berlari dan finish itu?

Hai orang yang berselimut,bangunlah, lalu berilah peringatan. Dan Tuhan-mu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala, dan janganlah kamu memberi dengan maksud memperoleh balasan yang lebih banyak. Dan untuk memenuhi perintah Tuhan-mu, bersabarlah

(Q.S Al-Muddatssir (74):1-7)

Ya Allah sekarang bulan Rajab dan  sampaikan aku dibulan Ramadhan

 Berharap, tanpa diiringi tukikan giat bagai kuncup yang tak berani mekar. Sebuah doa semoga disampaikan di Ramadhan  adalah prestasi besar berupa urgensi perencanaan dan pengorganisasian agenda besar yang menuai prestasi Perang Badar sampai kemerdekaan di bumi khatulistiwa.

 
Dalam start atau awal berlari emas meraih garis finish takwa, batas akhir kita meminta supaya disampaikan di bulan ramadhan adalah dianjurkan H-2 bulan Ramadhan.(Rajab dan Syaban). Mari tata ulang ruang gerak langkah kita dan berusaha semakin melejitkan tanpa berlebihan karena

 Sesungguhnya Allah menciptakan segala sesuatu menurut kadarnya. (Al-Qomar (54):48)

 Jadi sekali lagi  tetap ada ukurannya, ga’ sembarang bikin rencana.

 
Bagaimana persiapan rencananya?

Dua bulan ini momen untuk merenungkan kembali aktivitas 8 bulan kebelakang atau kalau sulit mulai saat ini mulai catat aktivitas harian antum/na dalam folder buku spesial masing-masing lalu chek lagi mana yang menentramkan hati dan jiwa juga mana yang malah lusuh segala. Karena hati ini indikator amal yang kita lakukan baik atau tidak, tapi bila hatinya sudah kelam gelap gempita hal ini bukan ukuran SEHINGGA sebelum ramadhan, sebelum ricek amal, bersihkan hati dengan menggelar agenda-agenda harian beruhiyah dari mulai tidurnya mukmin yang berkualitas hingga mati sementara penuh dzikir mukmin berkualitas. Berikut rangkaian aktivitasnya.

 
Bangunlah unuk shalat di malam hari,yaitu ½ atau kurangi dari ½ itu sedikit atau lebih dari ½ itu.Dan bacalah Al-Quran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan padamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun diwaktu malam itu lebih tepat untuk khusyu dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya pada siang hari mempunyai ururan yang panjang (banyak). (Al-Muzzammi (73):1-7)

 
Minumlah
seteguk air yang mampu mengambil manfaat untuk pencernaan di lambung, dimana enzim-enzim hasil sekresi kelenjar di mulut tidak terbuang dengan kumuran dan gosokan pasta menjelang shalat subuh. Memanfaatkan disaat menjelang adzan subuh untuk berdoa, dimana saat itu dalam riwayat para malaikat diminta Allah untuk mengabulkan setiap doa hamba-hambanya. Istimewa!

 
Langkah tegap mujahid terpaut di mesjid
, tak lepas dari kesia-sian. Ia manfaatkan untuk meregangkan kaki-badan-kepala dan me-recharge udara kotor dengan udara yang menggairahkan pikiran jernih di pagi subuh yang penuh dengan oksigen bersih,  yang penuh 1001 misteri kebaikan. Bertemu ikhwah dan binaan di subuh jamaah yang terasa menyegarkan dan menjadikan syetan tak berani bertemu sehingga berbalik arah. Nyaman dan aman serta merasakan Allah senantiasa memperhatikannya, langkah terayun semakin nikmat dengan wirid quran atau al-matsurot dalam perjalanan kembalinya. Terlihat bulan dan bintang masih segar berkerlip dan bercengkrama.Ah…!

 
Terdengar seruan kebaikan!
dari tilawah quran dan untaian hikmah tausiyah, semakin mengisi ruhani yang haus perbaikan diri untuk menyeru. Tilawah dengan ukuran. Tidak lebih dari sebulan khatam atau seminggu khatam dan jangan kurang dari 3 hari. Melihat ummat dalam dunia maya berita, teringat dan berkeinginan untuk bergerak dan menggerakan jiwa berjihad. Allahu Akbar!

 
Produktif
dengan melakukan pembenahan rumah, mencuci dan membersihkan. Clear and Fresh-nya tempat kita benar-benar menolakkan lejitan keimanan.

 
Berjihad dalam dakwah itulah rangkaian kebaikan menjelang ke depan. Tak lupa Dluha yang menjamin rezeki harian kita. Menyapa dan bersalaman bahkan berpelukan yang terbukti secara ilmiah dapat menurunkan stess dan tekanan darah akibat marah. Tampil dengan Izzah memberikan teladan sebagai wujud perbaikan. Tak ada mata yang tertatap pada manusia kecuali terkata “sudah terbinakah?”. Cinta…ukhuwah…dalam dakwah. Cita rasa yang menggelorakan hati dan jiwa untuk tunduk, pasrah dan terberikan segalanya untuk rabb yang maha…maha…segala. Ya Allah betapa saat ini aku rindu pada-Mu. Tak kuasa ingin berada bersama Rasul-Mu dan menatap indah. Mungkin tak kuasa kuhadapkan wajahku, walaupun dalam doa iftitah shalatku Inni Wajahtu wajhiya lilladi…. Terlihat betapa meraung dan pingsan seseorang bertemu idolanya. Cukuplah ku tahu dan saat ditanya,dimana Allah? Allah itu dekat.

 
Jangan lelah karena jawaban lelah, istirahatnya di syurga. Berusaha sesuaikan aktivitas dengan qur’an dan hadits yang saat ini masih minim pengetahuan. Tanya sahabat, tetapi di zaman ini sahabat terbaik adalah buku. Masih malas membaca, JANGAN, tapi usahakan ikut ta’lim yang menentramkan segala aktivitas kita dengan tahu ilmunya.

 
Bergabunglah, setiap amal di bulan ramadhan cenderung semakin meningkat. Ini karena dilakukan bersama. Coba rasakan saat tahajud sendirian tanpa mengingatkan sahabat, ujub menggoda, malu menjelma sehingga pribadi tersungkur tak muncul di muka. Seandainya tercipta kebersamaan mungkin akan ringan dan pastinya wujud titik-titik kecil akan tersambungkan menjadi garis yang mulus.

 
Dhuzur juga datang. Aktivitas itu apakah sudah sesuai ridho-Nya. Maka shalat dan meminta ampun. Berehatlah sejenak untuk memulihkan energimu. Dengan berbaring dan meregangkan otot tubuh itu yang berurusan panjang. Bangkit lagi penuh semangat. Kembali bertemu ikhwah dan binaan dalam jamaah dzuhur di pautan mesjid kita.Sungguh!

 
Kembalilah..!
tanpa berlama dan terlena. Melanjutkan dengan energi barumu dan semangat fresh-mu. Melangkah lagi karena kita hidup di dunia ini bagaikan seorang musafir yang akan terus berjalan untuk berjuang tentunya. Bagaikan orang asing di dunia yang masih malu untuk tampil buruk dan bukan siapa-siapa di dunia hanya berteman azzam dan tawakal. Serta hidup bagaikan berada di dalam kapal. Tetapi hidup ini

 
Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. (Q.S. Al-Imran (3): 196)

 
Ashar, Maghrib dan Isya pantang tidur siang, pantang tidur kelamaan karena siangku untuk ummat dan malamku untuk Rabb semesta alam. Akhirilah dengan evaluasi dan catat amal harimu dalam folder buku spesial.

 
Bersama lebih baik sebelum Ramadhan, menuju puncak taqwa karunia sang pencipta. Lejitkan dan tukikkan sebelum siap Start. Karena setelah Start adalah tempat semua dilipatgandakan, semua bernilai ibadah. Finish adalah Taqwa. Dimanakah praStart, Start, Berlari dan finish itu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s