Saudaraku …. Kuatkan Kesabaranmu

Saudaraku, … dakwah yang sedang kita jalani ini merupakan mega proyek yang hanya orang-orang terpilih oleh Allah sajalah yang dapat mengembannya.    Adalah sunatullah jika pionir-pionirnya terbatas bilangannya … Maka sungguh sebuah kewajaran bila kita mendapati banyak dari rekan-rekan seperjuangan kita dibebani berlipat-lipat amanah. Entah itu di DKM masjid, kelembagaan kampus, di sekolah ataupun di bumi allah yang lain, bahkan untuk kepanitiaan suatu kegiatanpun mereka terkadang jarang bersama-sama kita…mungkin itu yang sedang kita rasakan saat ini…

 

Ikhwafillah… disaat pertama kita menapakkan kaki di jalan ini tidak pernah terpikir oleh kita sebelumnya bahwa kita akan melalui hari-hari yang sangat padat, sibuk dan begitu beratnya seperti yang kita rasakan sekarang…Beban dakwah yang terus bertambah, tuntutan akademis yang terasa begitu menekan, ditambah masalah lain yang tak jarang datang menguras  energi kita. Semua itu terkadang membuat kita berfikir ulang tentang segala aktivitas kita hingga tidak menutup kemungkinan pada akhirnya kita memutuskan untuk ‘istirahat sejenak’ dari jalan ini…Absen dalam halaqoh, syuro dan pertemuan-pertemuan bersama ikhwah yang semuanya itu penuh berkah. Alasan memperbaiki akademis atau ingin memperbaiki diri adalah dua dari sekian banyak argumen yang membuat kita semakin lemah menghadapi tuntutan-tuntutan dakwah.

 

Perjalanan dakwah adalah perjalanan yang tak terbatas hitunagan hari, minggu, bulan ataupun tahun. Perjalanan dakwah akan terus berlanjut hingga kalimatullah berhasil ditegakkan meski harus melampaui banyak generasi. Sesungguhnya para mujahid dakwah dalam perjalanannya yang panjang ini akan menghadapi berbagai tantangan yang semakin berat. Mungkin perlu kita maknai kembali tetes-tetes keringat dan guratan-gurtan lelah pada diri kita. Bahwa semua itu adalah prestasi besar yang menjadi perangkat penting dari sebuah kata singkat yang tidak sederhana…PERJUANGAN…ditengah-tengah kondisi yang semakin berat, sungguh sangat wajar jika beban dakwah semakin meningkat dan wajar pula jika tuntutan kepada Da’i-da’inya semakin lama kian terasa berat.

 

Ikhwafillah…sungguh beruntunglah kita bisa menjadi perpanjangan tangan-tangan Rasulullah beserta para sahabatnya sebagai penyampai risalah islam…dan yang lebih membuat kita bersyukur berada di jalan ini adalah kita sama-sama meyakini bahwa Allah lah yang akan kita temui di penghujung perjalanan dakwah ini. Disaat-saat beban dakwah terasa berat, disaat pikulan-pikulan amanah memuncak …sungguh tak ada satupun penghibur kita kecuali Allah SWT, Rabbul Izzati yang selama ini menjadi puncak kerinduan kita …Dialah sebaik-baik penghibur hati kita…

 

Ikhwahfillah…berbahagialah dengan janji Allah yang teramat pasti…janji Allah yang hanya diberikan kepada orang-orang terpilih sajalah, yakni orang-orang yang ridho diri, harta bahkan jiwa dan raganyadibeli oleh Allah dalam sebuah perniagaan yang teramat mahal harganya…Biarlah setiap tetes-tetes keringat dan air mata yang tercurah disaat kita merentas perjalanan ini menjadi saksi di yaumil akhir kita kelak…Biarlah semua itu menjadi transaksi amalan kita dengan Allah…Dengan penuh keyakinan mari kita teruskan perjalanan ini…dan semoga Allah menguatkan kesabaran kita dalam setiap putaran dakwah yang kita lalui ini…Amin

Di sadur dari tausyiah seorang sahabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s