Sahabat Dan Tabiin Wanita (1)

Arwa binti Abdul Muthalib (wafat 15 H.)

Bibi Rasulullah saw ini, termasuk wanita yang terpandang pada masa
Jahiliah dan masa Islam. Beliau memiliki ide-ide yang jernih dan
profesional melantunkan syair.

Asma binti Abu Bakar (wafat 73 H.)

Seorang sahabat wanita yang terkemuka dan termasuk orang yang
memeluk Islam dari sejak dini. Dalam peristiwa hijrah beliau
menahankan berbagai penderitaan dengan penuh kesabaran. Dia dijuluki
dengan julukan “Dzaatin Nithaqain” (Wanita yang memiliki dua sabuk).
Dia sempat ikut Perang Yarmuk dan mendapat cobaan. Asma adalah
wanita yang fasih berbahasa dan pandai melantunkan syair. Dialah ibu
dari Abdullah bin Zubair dia pulalah muhajirin yang terakhir
meninggal dunia.

Asma Binti Yazid Al-Anshariah (wafat 30 H.)

Salah seorang orator wanita Arab terkemuka yang terkenal berani dan
selalu tampil ke depan. Dia adalah seorang ahli hadis yang sempat
mengikuti Perang Yarmuk. Dalam perang tersebut ia bertugas mensuplai
minuman kepada para pejuang dan mengobati yang terluka. Suatu
ketika, di saat peperangan sedang berkecamuk, dia mengambil tiang
kemahnya dan maju ke medan pertempuran dan berhasil membunuh
sembilan prajurit Romawi.

Fatimah binti Qais bin Khalid (wafat 50 H.)

Sahabat wanita yang berpandangan luas ini termasuk rombongan yang
pertama berhijrah. Di tempat kediamannyalah diselenggarakan
pertemuan tokoh-tokoh Islam (ahli syura) untuk memusyawarahkan
pengganti khalifah sepeninggal Umar.

Gazalah Al-Haruriah (wafat 77 H.)

Istri Syabib bin Yazid Al-Haruri ini terkenal sebagai wanita
pemberani dan tangkas. Beliau ikut berperang dalam beberapa kali
pertempuran sebagaimana pahlawan lainnya. Terdapat sebuah cerita
populer tentang dirinya yaitu larinya Hajjaj karena tidak mampu
menghadapinya dalam sebuah pertempuran.

Hindun binti Utbah bin Rabiah (wafat 14 H.)

Sahabat wanita dari suku Quraisy yang terkenal dengan kefasihan,
kelantangan, ide-ide yang gemilang dan tegas ini, cukup profesional
dalam membacakan syair. Sebelum masuk Islam dia sering membangkitkan
semangat kaum musyrikin untuk menghantam kaum muslimin. Dia masuk
Islam pada waktu penaklukan Kota Mekah dan berkesempatan pula
mengikuti Perang Yarmuk serta aktif membangunkan semangat kaum
muslimin dalam melawan tentara Romawi.

Juwairiah binti Abu Sofyan (wafat 54 H.)

Seorang sahabat dan pejuang wanita yang turut menggempur musuh
secara langsung pada Perang Yarmuk. Beliau juga ikut dalam berbagai
pertempuran lainnya yang membuktikan bahwa dia adalah wanita pionir
yang tangkas.

Khansa binti Amru (Tamadhir binti Amru bin Haris) (wafat tahun
24 H.)

Penyair tersohor ini, datang menjumpai Rasulullah saw. mewakili
kaumnya, kemudian ia masuk Islam dan melantunkan syair yang membuat
Rasulullah saw. kagum. Beliau sempat mengikuti Perang Qadisiah
bersama dengan empat orang anaknya. Dia terus menerus memberikan
semangat kepada anak-anaknya di medan pertempuran dan akhirnya semua
anaknya gugur dalam pertempuran tersebut

Khaulah binti Azwar Al-Asadi (wafat 35 H.)

Penyair wanita yang termasuk pemberani ini mirip dengan Khalid bin
Walid dalam aktifitas kemiliterannya. Dia mempunyai kumpulan cerita
tentang penaklukan negeri-negeri Syam. Syair-syairnya dianggap
sebagai syair yang melukiskan kemuliaan dan kemegahan.

Laila Al-Gifariah (wafat 40 H.)

Sahabat wanita yang terpandang ini sering mengikuti Rasulullah saw
ke medan tempur untuk mengobati pejuang yang sakit dan terluka. Pada
waktu Perang “Jamal” ia ikut berangkat ke Basrah berperang di
barisan Ali bin Abu Thalib.

Lubabah Kubra (Lubabah binti Harits Al-Hilali) (wafat 30 H.)

Istri Abbas bin Abdul Muthalib ini, termasuk wanita terhormat yang
melahirkan banyak tokoh. Beliau masuk Islam di Mekah setelah
Khadijah, dengan demikian dia adalah wanita kedua masuk Islam.

Muazah binti Abdullah Al-Adawiah (wafat 83 H.)

Wanita ini adalah pakar hadis yang banyak meriwayatkan hadis dari
Aisyah dan Ali bin Abu Thalib ra. Dia termasuk perawi yang
terpercaya yang mencapai tingkat siqah dan hujjah dalam ilmu hadis.

Qatilah binti Harits bin Kaldah (wafat 20 H.)

Penyair wanita ranking pertama ini, adalah saudara kandung Nadhar
yang sering menghalang-halangi orang-orang yang ingin menemui Nabi
saw. Beliau berhasil menawan dan membunuh saudaranya pada Perang
Badar, seraya melantunkan sebuah syair yang dianggap merupakan sebab
Rasulullah saw. melarang membunuh tawanan Quraisy. Beliau masuk
Islam dan meriwayatkan hadis-hadis dari Rasulullah saw.

Rabayi` binti Mi`waz bin Harits Al-Anshariah (wafat 45 H.)

Sahabat wanita yang terkemuka ini sempat membaiat Rasulullah saw.
pada waktu Baiat Ridwan dan turut dalam berbagai pertempuran bersama
Rasulullah saw. Dia bertugas mensuplai minuman kepada para pejuang
dan merawat serta mengobati mereka serta mentransportasikan pahlawan
yang gugur dan yang luka-luka ke Madinah.

Rufaidah Al-Anshariah (wafat 35 H.)

Sahabat wanita juru rawat tentara yang luka-luka ini telah
mengabdikan dirinya untuk melayani para pejuang Islam dan dianggap
sebagai juru rawat pertama dalam sejarah Islam. Dialah yang membalut
luka Saad bin Abu Waqash ketika dibawa ke kemahnya sewaktu Perang
Khandaq.

Rumaisha binti Milhan (wafat 30 H.)

Sahabat wanita terpandang, ibu Anas bin Malik ini, ikut dalam
beberapa kali pertempuran. Pada waktu Perang Uhud, dia bertugas
sebagai pensuplai minuman para pejuang dan mengobati yang cedera.
Pada waktu Perang Hunain dia bersama Aisyah bertugas mengambil air
dan membawanya dengan kantong-kantong kulit untuk diberikan kepada
kaum muslimin di saat perang sedang berkecamuk, setelah itu mereka
kembali lagi mengambil air dan membawanya ke barisan kaum muslimin.

Subaiah binti Harits

Subaiah binti Harits Al-Aslamiah ini, adalah seorang sahabat wanita
yang pernah kawin dengan Saad bin Khaulah dari suku Bani Amir yang
berasal dari Bani Luai. Saad, suaminya, sempat ikut dalam Perang
Badar dan wafat ketika melaksanakan haji wada. Umar bin Abdullah bin
Arqam meriwayatkan hadis yang berkenaan dengan talak dari sahabat
wanita ini.

Syifa binti Abdullah Al-Adawiah Al-Qurasyiah (wafat 20 H.)

Sahabat wanita yang terkemuka ini, pada zaman Jahiliah sudah pandai
tulis-baca dan setelah Islam dia mengajari Hafsah (istri Rasulullah
saw.) tulis-baca. Rasulullah sw. memberikan kepadanya sebuah rumah
di Madinah. Umar bin Khattab selalu mengutamakan pendapatnya.

Ummu Athiyah Al-Anshariah (Nasibah binti Harits) (wafat 8 H.)

Sahabat wanita terkemuka ini, sempat berbaiat kepada Rasulullah saw,
meriwayatkan hadis-hadis dari beliau dan mengikuti beliau berperang
sebanyak tujuh kali peperangan. Dia bertugas membuat makanan untuk
pejuang muslimin, mengobati tentara yang terluka dan merawat yang
sakit.

Ummu Darda (Khairah binti Abu Hadrad Al-Aslami) (wafat 30 H.)

Sahabat wanita yang terkemuka dan memiliki ide-ide yang cemerlang
ini berhasil menghafal banyak hadis Rasulullah saw. Banyak tabiin
yang meriwayatkan hadis dari beliau, seperti Sofwan bin Abdullah.
Beliau berdomisili di Madinah dan meninggal di negeri Syam (Suriah).

4 responses to “Sahabat Dan Tabiin Wanita (1)

  1. minta cerita lengkapnya dong………….

  2. Subhanallah, btapa bruntgx wanita2 tsb, mreka bs ikut b’jihad langsvng b’sm Nabi SAW. Smoga Allah SWT mbukakan jln kpdq u/ bs bjihad jg di jln-Nya sprti wanita2 bruntg di tsb. . . Amin. . .

  3. alin narita

    ass,,tolong kalau bisa ada options share link ke facebook ya..

  4. Bismillaahi wassalaamu ‘alaikum
    Sebagai tambahan informasi tentang biografi Sahabat, Tabi’in, Tabi’utTabi’in, dan Ulama AhlusSunnah. Silahkan kunjungi: http://ulamasunnah.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s