Perang Nahawand (21 H/642 M)
Di bawah pimpinan Huzaifah bin Yaman, kaum muslimin meraih
kemenangan atas tentara Persia dan dapat menaklukan benteng
Nahawand. Peperangan ini dikenal dengan “Fathul futuh” (Penaklukan
terbesar). Dengan kemenangan ini berarti kaum muslimin telah
meruntuhkan Dinasti Sasania yang telah berkuasa di Persia selama
empat abad lamanya.
Perang Nahrawan (38 H/658 M)
Ketika Ali bin Abu Thalib menjadi khalifah, kaum Khawarij
mengumumkan penolakan baiatnya. Pasukan Ali dan kaum Khawarij
bertemu di kota Nahrawan dan terjadilah pertempuran sengit, yang
berhasil dimenangkan pihak Ali dan berakhirlah kegiatan kaum
Khawarij setelah pemimpinnya, Abdullah Rasy terbunuh. Read the rest of this entry »
Filed under: Ensiklopedia Islam, Peperangan
Perang Amoria (233 H/838 M)
Setelah Teofel, kaisar Romawi menyerbu beberapa kota Islam yang
berbatasan dengan emperium tersebut dan terjadi berbagai kerusakan
di sana, khalifah Muktashim mengerahkan sebuah pasukan besar untuk
menyerang tentara Bizantium. Kedua pasukan tersebut bertemu di
Ankara, di mana pasukan Muktashim berhasil mematahkan serangan
Teofel dan mereka mengalami kerugian materi yang besar. Beliau
meneruskan penyerangan ke kota Amoria, tempat kelahiran kaisar
Bizantium tersebut. Muktashim melangkah maju ke ibu kota Amoria
bersama panglima Afsyen, mereka berhasil menaklukan Ankara. Read the rest of this entry »
Filed under: Ensiklopedia Islam, Peperangan
Ekspedisi Muktah (8 H/630 M)
Rasulullah saw mengirim surat kepada Syurahbil, kepala suku Bani
Ghassan, berisi ajakan untuk memeluk agama Islam. Surat Rasulullah
saw tersebut ditanggapi dengan penghinaan, bahkan ia membunuh Haris
bin Umair, delegasi Rasulullah saw yang menyampaikan surat tersebut.
Kejadian ini mendorong Rasulullah saw untuk menyiapkan sebuah
pasukan untuk membalas agresi tersebut. Mendengar hal itu, Bani
Ghassan segera meminta bantuan kepada tentara Romawi. Dalam
pertempuran tersebut kaum muslimin di bawah pimpinan Zaid bin
Haritsah, bertemu dengan tentara Romawi yang datang untuk membantu
Syurahbil, kepala suku Bani Ghassan. Dalam pertempuran tersebut
berturut-turut tiga panglima pasukan muslimin mati syahid
masing-masing Zaid bin Haritsah, Jakfar bin Abu Thalib dan Abdullah
bin Rawahah. Setelah pimpinan beralih ke tangan Khalid bin Walid,
dia mengambil siasat untuk mundur. Read the rest of this entry »
Filed under: Ensiklopedia Islam, Peperangan
Komentar