Peperangan (3)

Perang Nahawand (21 H/642 M)

Di bawah pimpinan Huzaifah bin Yaman, kaum muslimin meraih
kemenangan atas tentara Persia dan dapat menaklukan benteng
Nahawand. Peperangan ini dikenal dengan “Fathul futuh” (Penaklukan
terbesar). Dengan kemenangan ini berarti kaum muslimin telah
meruntuhkan Dinasti Sasania yang telah berkuasa di Persia selama
empat abad lamanya.

Perang Nahrawan (38 H/658 M)

Ketika Ali bin Abu Thalib menjadi khalifah, kaum Khawarij
mengumumkan penolakan baiatnya. Pasukan Ali dan kaum Khawarij
bertemu di kota Nahrawan dan terjadilah pertempuran sengit, yang
berhasil dimenangkan pihak Ali dan berakhirlah kegiatan kaum
Khawarij setelah pemimpinnya, Abdullah Rasy terbunuh.

Perang Qadisiyah (14 H/635 M)

Di bawah pimpinan Saad bin Abu Waqqash, pasukan muslimin berhadapan
dengan pasukan Persia. Pertempuran terjadi dengan sengit selama tiga
hari dan berakhir dengan kemenangan kaum muslimin. Dalam pertempuran
itu, Rustum, komandan pasukan Persia mati terbunuh.

Perang Raidania (930 H/1517 M)

Setelah berhasil menguasai Syam (Suriah dan sekitarnya) dari
kekuasaan Mamalik, Sultan Salim I berangkat menuju Mesir, di suatu
tempat yang bernama Raidania, terjadi perlawanan sengit dari pasukan
Mamalik di bawah pimpinan Tuman Bey. Akan tetapi perlawanan tersebut
dapat dipatahkan. Dengan demikian, maka Daulat Mamalik runtuh.

Perang Riddah (penumpasan kaum murtad) (11 H/632 M)

Abu Bakar mengirim sebuah ekspedisi untuk menumpas orang-orang
murtad dan orang-orang yang enggan membayar zakat. Peperangan
terjadi dengan sengit dan berakhir dengan kemusnahan gerakan murtad
tersebut dan kembalinya mereka menganut Islam.

Perang Sawaqi (94 H/713 M)

Musa bin Nushair melangkah maju membawa pasukan berjumlah 18.000
prajurit dan berhasil menaklukan kota-kota yang terletak di sebelah
Barat Andalusia, seperti Syadzunah dan Seville. Pasukan ini
bergabung dengan pasukan Thariq bin Ziad dan mereka berhadapan
dengan pasukan Roderick dalam suatu pertempuran sengit yang dikenal
dengan perang Sawaqi. Peperangan ini berakhir dengan terbunuhnya
Roderick, daerah Toledo dapat dikuasai dan kekuatan Visigoth dapat
dihancurkan.

Perang Sawiq (Zulhijah tahun 2 H)

Sesampainya berita kepada Nabi saw bahwa Abu Sofyan telah menyiapkan
pasukan untuk memerangi kaum muslimin, sebagai balas dendam atas
kekalahan mereka pada perang Badar, Nabi saw bersama para sahabat
berangkat keluar kota Madinah untuk menghadang mereka. Namun ketika
rombongan Rasulullah saw tiba di Qarqaratul Kider, diketahui bahwa
Abu Sofyan dan pasukannya telah kembali ke Mekah dengan meninggalkan
barang-barang bawaan berupa bahan pangan untuk meringankan beban
mereka dalam perjalanan agar selamat.

Perang Shiffin (37 H/657 M)

Berkali-kali Muawiyah bin Abu Sofyan enggan membaiat Ali bin Abu
Thalib menjadi khalifah, maka Ali dengan pasukannya berangkat menuju
Suriah, sedangkan di waktu yang sama Muawiyah berangkat menuju
Kufah. Kedua pasukan tersebut bertemu di Shiffin, sebelah Barat
sungai Efrat. Tentara Ali sudah hampir memenangkan peperangan,
sehingga Muawiyah terpaksa mengadakan muslihat mengajak diadakan
peradilan arbitrase.

Perang Tabuk (9 H/630 M)

Rasulullah saw menyiapkan sebuah pasukan besar dan berangkat ke arah
Muktah untuk membalas derita yang menimpa kaum muslimin di sana.
Ketika pasukan besar itu sampai di kota Tabuk, mereka membuat kemah
dan berdiam di sana. Setelah pasukan Romawi mengetahui kedatangan
pasukan Islam tersebut, mereka merasa cemas, semua pasukan mereka
masuk ke dalam benteng-benteng yang ada di sekitar kota itu.
Rasulullah saw merasa bahwa kecemasan yang menimpa pasukan Romawi
tersebut sudah cukup, beliaupun membuat perjanjian-perjanjian dengan
warga kota-kota yang terdapat di perbatasan, yang berisikan bahwa
mereka diperbolehkan tinggal di tanah-tanah mereka, bebas
menjalankan ibadah agama mereka dengan syarat pembayaran upeti
(jizyah).

Perang Uhud (3 H/625 M)

Tentara Quraisy dan sekutu-sekutunya berangkat meninggalkan kota
Mekah untuk memerangi kaum muslimin sebagai balas dendam atas
pahlawan-pahlawan mereka yang tewas dalam perang Badar. Kedua
pasukan akhirnya bertemu di lereng gunung Uhud. Pada awal
pertempuran kaum muslimin berhasil memenangkan peperangan tetapi
ketika sebagian pasukan muslimin melanggar perintah Rasulullah saw
dan meninggalkan pos-pos pertahanan mereka, mengakibatkan adanya
lowongan-lowongan yang dapat dijadikan pasukan Quraisy sebagai jalan
untuk menyerang tentara muslimin.

Perang Yarmuk (15 H/636 M)

Sebuah pasukan kaum muslimin di bawah pimpinan Khalid bin Walid
berhadapan dengan pasukan Romawi di Yarmuk. Pertempuran tersebut
berakhir dengan kemenangan pasukan muslimin, membuat kaisar
Heraclius meninggalkan daerah Syam (Suriah dan sekitarnya) dan
menyerahkannya ke tangan kaum muslimin.

Perang Zab Raya (132 H/747 M)

Peperangan ini terjadi antara Abdullah bin Ali dari Daulat Abasiah
dengan Marwan bin Muhammad, khalifah Daulat Umawiah di Zab, sebuah
tempat yang terletak antara kota Musol dan Irbil. Peperangan ini
berakhir dengan kekalahan pasukan Marwan bin Muhammad, sehingga dia
lari ke Mesir, kemudian terbunuh di kota Bushair. Beliau inilah
khalifah terakhir dari Daulat Umawiah di Syam (Suriah dan
sekitarnya).

Perang Zallaqah (479 H/1086 M)

Untuk menahan pasukan Gerakan Kristenisasi yang datang dari kota
Toledo, emir Yusuf bin Tasyfin memimpin sebuah pasukan besar
menyeberangi laut Tengah menuju Andalusia. Di sana beliau berhadapan
dengan pasukan Gerakan Kristenisasi yang dipimpin oleh Alfonso VI.
Pertempuran sengit yang terjadi di suatu tempat yang dikenal dengan
Zallaqah, dekat kota Batlius. Dalam pertempuran itu ikut partisipasi
sekitar 13 orang raja Andalusia yang berakhir dengan kemenangan di
pihak kaum muslimin.

Perang Zatur Riqa` (4 H/625 M)

Rasulullah saw mengerahkan pasukan untuk memerangi kabilah Ghathfan
dan Bani Salim, sebagai pembalasan terhadap pengkhianatan mereka
terhadap delegasi Rasulullah saw yang dikirim ke daerah Najed guna
mengajari mereka ajaran-ajaran Islam, di mana mereka membunuh
sebagian besar delegasi Rasulullah saw tersebut. Dalam perang ini
tidak sempat terjadi bentrokan senjata antara Rasulullah saw dengan
mereka.

Perang Zatus Salasil (12 H/633 M)

Sebuah ekspedisi muslimin di bawah pimpinan Khalid bin Walid
berangkat menuju Iraq. Di Kazhimah mereka berhadapan dengan pasukan
Persia di bawah pimpinan Hurmuz. Pada pertempuran ini pasukan
muslimin berhasil meraih kemenangan.

Perang Zatus Shawari (34 H/655 M)

Armada perang kaum muslimin di bawah pimpinan Saad bin Abu Sarah
berhasil menaklukan armada perang Romawi yang dipimpin oleh kaisar
Constantinus III. Dengan kemenangan ini berarti kaum muslimin telah
menguasai kawasan Timur, Laut Tengah.

About these ads

4 responses to “Peperangan (3)

  1. keterangannya dilengkapi lagi ya.walaupu dah bagus. perbanyaklah referansi.

  2. terimakasih atas masukannya

  3. Muhammad Najib H

    akan lebih bagus kalau di bahas tiap peperangan yang tejadi sehingga akan lebih mudah kita semua mendapatkan ibroh dari peperangan itu sendiri.

  4. yg ada di sini bentuknya ensiklopedi ringkas nya saja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s